5 Provinsi Berstatus AWAS Kekeringan, BMKG Minta Sektor Pertanian Waspada

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Juni 2019   18:30 WIB

Komentar
5 Provinsi Berstatus AWAS Kekeringan, BMKG Minta Sektor Pertanian Waspada

ilustrasi kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, lima daerah telah berstatus AWAS kekeringan meteorologis. Status tersebut disebabkan karena telah mengalami hari tanpa hujan (HTH)  lebih dari 61 hari dan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20mm perdasarian pada 20 hari mendatang dengan presentase lebih besar 80 Persen.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menyebutkan, kelima darah tersebut adalah sebagain besar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sebagian Provinsi Jawa Timur seperti Sampang dan Malang, seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Jawa Barat terutama wilayah Indramayu dan sekitarnya dan Provinsi Bali terutama Buleleng.

"Status SIAGA dan AWAS berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 20 Juni 2019 dan prakiraan peluang curah hujan sangat rendah  kurang dari  20 mm/10 hari," jelas Herizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca Lainnya : BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Embun Beku di Dieng, Begini Penjelasannya

Herizal melanjutkan, sedangkan untuk status SIAGA atau telah mengalami telah mengalami HTH lebih dari 31 hari dan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20mm per dasarian pada 20 hari mendatang adalah; Jakarta Utara, Banten (Lebak dan Tangerang), Nusa Tenggara Barat, Sebagian besar Jawa Tengah

"Monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 35% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau," tambahnya

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau, Sambung Herizal,  meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

Pantauan BMKG dan beberapa Lembaga Internasional terhadap kejadian anomali iklim global di  Samudera Pasifik menunjukkan kondisi El Nino Lemah. Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. 

Baca Lainnya : BMKG Deteksi 8 Provinsi Bermunculan Titik Panas, NTT Terbanyak

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober, November, Desember (OND) 2019. 

Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada, sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih), peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.

 

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: