Impor Sayuran Meroket pada Mei 2019, Bawang Putih Catat Kontribusi 69.8 Persen

TrubusNews
Binsar Marulitua
24 Juni 2019   16:30 WIB

Komentar
Impor Sayuran Meroket pada Mei 2019, Bawang Putih Catat Kontribusi 69.8 Persen

Ilustrasi. Bawang Putih (Foto : Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengemukakan, produk makanan salah satunya sayuran menjadi penyumbang meroketnya impor Indonesia. BPS melaporkan  pada Mei 2019 impor Indonesia masih terbilang tinggi yakni mencapai USD14,53 miliar. 

"Mei 2019 sebesar USD 14,53 miliar atau turun 5,62 persen jika dibandingkan dengan April 2019. Meski tercatat turun, impor untuk penggunaan barang konsumsi justru mengalami kenaikan sebesar 5,62 persen dibandingkan bulan lalu," kata Suhariyanto  di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (24/6/2019)

Baca Lainnya : Kementan Tancap Gas Kontrol Pasokan Cabai Jelang Idul Adha 2019

Suhariyanto, peningkatan impor barang konsumsi pada Mei 2019 terjadi karena bersamaan dengan bulan Ramadhan. Hal ini menyebabkan permintaan barang konsumsi meningkat khususnya golongan sayuran. Salah satu komoditas penyumbang imor tertinggi adalaha bawang putih. 

"Impor sayuran dan akar serta bonggol tertentu yang bisa dimakan atau HS 07, termasuk di sana salah satunya bawang putih hingga 69,8%. Pemerintah sudah memutuskan impor barang putih untuk menekan harga agar tidak naik. Kemudian ada anggur," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (24/6/2019). 

Selain produk makanan, barang  penyumbang impor lainnya pada Mei 2019 adalah Mei adalah kendaraan serta bahan kimia organik, serealia, ampas/sisa industri makanan dan berbagai produk kimia.

Baca Lainnya : Volume Ekspor Perikanan Sulsel Meroket 602 Persen, Rumput Laut Penyumbang Terbesar

Dijelaskan Suhariyanto, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2019 ditempati oleh China dengan nilai USD18,03 miliar (29,31%), Jepang sebesar USD6,46 miliar (10,50%), dan Thailand USD3,95 miliar (6,43%). 

Sedangkan impor nonmigas dari ASEAN tercatat 19,18%, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,23%.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: