Hari Ini, Sudah 27 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Papua

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
24 Juni 2019   16:30

Komentar
Hari Ini, Sudah 27 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Papua

Ilustrasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 27 kali gempa bumi susulan setelah gempa mengguncang Papua, Senin (24/6) di Mamberamo Raya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh pada isu yang tidak benar.

"Hingga pukul 13.00 WIB hasil monitoring BMKG sudah terjadi 27 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 2,9 hingga 5,5 artinya kekuatannya semakin melemah," ujar Dwikorita pada jumpa pers di BMKG, Jakarta, Senin (24/6).

Sebelumnya, gempa bumi yang berkekuatan 6,0 terjadi di Mamberamo Raya pada Senin pagi pukul 08.05.26 WIB. Setelah dimutakhirkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 6,1.

Baca Lainnya : Empat Kali Rentetan Gempa Bumi Mengguncang Membramo Papua, Potensi Tsunami Nihil

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,67 LS dan 138,76 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 85 km arah tenggara Kota Burmeso, Kabupaten Memberamo Raya, Propinsi Papua pada kedalaman 10 km.

Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal yaitu sistem Sesar Yapen.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi dipicu oleh penyesaran miring yang merupakan kombinasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique-thrust).

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan II-III MMI di Jayapura, dan Wamena II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Dilansir darai Antaranews, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono sejumlah gempa bumi dengan kekuatan signifikan pernah terjadi di Mamberamo seperti pada 1916 dengan magnitudo 8,1, tahun 1926 bermagnitudo 7,9 tahun 1950 magnitudo 7,2, tahun 1963 magnitudo 6,3 tahun 1971 magnitudo 8,1, tahun 1981 magnitudo 5,9 tahun 1986 magnitudo 6,7, tahun 1987 magnitudo 6,6, tahun 1987 magnitudo 6,8 dan pada 2015 magnitudo 7,2.

Lebih lanjut dia mengatakan, secara tektonik, zona gempa di Papua cukup aktif dan kompleks. Penyebab utama (driving force) aktivitas gempa di wilayah Papua adalah tumbukan Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke barat-selatan. Selain itu juga terdapat desakan lempeng kecil Filipina yang menambah kompleksitas tektonik Indonesia timur. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 24 Juni 2019 - 19:20

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: