Tangani Banjir Sultra, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Tiga Bendungan

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Juni 2019   06:00 WIB

Komentar
Tangani Banjir Sultra, Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Tiga Bendungan

Warga terdampak banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara. (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  akan membangun dan menyelesaikan  tiga bendungan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pembangunan ketiga bendungan tersebut menjadi penanganan risiko banjir yang bersifat jangka panjang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, risiko banjir di Sultra akan berkurang dengan dibangunnya tiga bendungan oleh Kementerian PUPR. Bendungan pertama kini dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur dengan kapasitas 45,9 juta m3, 

"Progres fisik mencapai 50% dan akan rampung tahun 2020," jelas Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/6/2019). 

Baca Lainnya : Kementerian PUPR Fokus Layanan Air Bersih dan Sanitasi dalam Tanggap Darurat Banjir di Sultra

Sedangkan unutk bendungan yang Kedua,Ditambahkan Menteri Basuki, Segera ditender  bendungan Ameroro dengan kapasitas tampung 55,1 juta m3 di Kabupaten Konawe.  Kemudian tahun 2020 akan disiapkan pembangunan bendungan dengan kapasitas yang jauh lebih besar yakni Bendungan Pelosika yang berkapasitas 822 juta m3 dengan membendung Sungai Konawe. 

“Apabila tiga bendungan tersebut selesai tugas kita mengatasi banjir akan lebih ringan. Kita akan tambahkan dengan membuat tanggul sungai karena seperti kita saksikan tadi, posisi jalan sudah di bawah sungai sehingga perlu dilindungi dengan tanggul,” kata Menteri Basuki.

Sementara untuk memulihkan konektivitas, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Sultra telah melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak serta pembersihan kota. 

Baca Lainnya : Kementerian PUPR Kirim Jembatan Bailey Pasca Banjir di Sultra dan Sulteng 

Sebanyak empat jembatan rusak yakni Jembatan Asera atau Lasolo, Woimendaa, Baeni II, dan Ameroro/Rahabangga telah dilakukan perbaikan dan kini sudah bisa dilintasi kendaraan. Kerusakan jembatan umumnya karena oprit jembatan tergerus oleh debris banjir.

Kementerian PUPR juga telah melakukan mobilisasi rangka Jembatan Bailey yang ada gudang peralatan di Citeureup, Bogor untuk dikirimkan ke Sultra.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Ungkap 10 Provinsi Prevelensi Stunting Tertinggi

Peristiwa   05 Agu 2020 - 15:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: