Negara Anggota ASEAN Dituntut untuk Keluarkan Larangan Penuh Impor Sampah Plastik

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
22 Juni 2019   20:00

Komentar
Negara Anggota ASEAN Dituntut untuk Keluarkan Larangan Penuh Impor Sampah Plastik

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- KTT ke-34 ASEAN digelar di Thailand pada hari ini (22/6) hingga esok (23/6). Delegasi dari 10 negara anggota pun telah tiba sejak Kamis (20/6) lalu. Kesempatan ini pun digunakan aktivis lingkungan untuk mengemukakan kegelisahan mereka.

Tumpukan sampah plastik dan elektronik dipakai untuk menyambut para delegasi ini. Dalam aksinya, aktivis mendesak para pemimpin ASEAN untuk menerapkan larangan sepenuhnya impor sampah plastik yang saat ini telah mengubah kawasannya menjadi tempat pembuangan sampah dunia.

Baca Lainnya : Palsukan Dokumen Ekspor, Lima Kontainer Sampah dan Limbah Terkontaminasi B3 Dikembalikan ke AS

Thailand selaku pemimpin ASEAN tahun ini, akan menggelar KTT ke-34 ASEAN pada 22-23 Juni 2019. KTT tersebut akan mengangkat tema “Advancing Partnership for Sustainability” (Memajukan Kemitraan untuk Keberlanjutan). Tapi, para aktivis hak-hak lingkungan menyatakan adanya penghapusan dalam agenda mereka.

“Kami cukup terkejut dan sedikit kecewa karena isu perdagangan limbah yang dihadapi kawasan ini tidak masuk dalam pembahasan,” kata Direktur Greenpeace Thailand, Tara Buakamsri seperti dilansir dari Suara Pembaruan.

Pemimpin ASEAN dituntut secepatnya melakukan larangan perdagangan lintas batas sampah elektronik berbahaya dan plastik, tanpa pengecualian. ASEAN harus berjuang mengatasi sampah plastik setelah Tiongkok memutuskan untuk menyetop impor sampah daur ulang dari luar negeri.

Baca Lainnya : 3 Ribu Ton Limbah Impor akan Dikirim Malaysia Kembali ke Negara Asalnya

Negara-negara di ASEAN saat ini menerima lebih dari seperempat limbah plastik global, yang sebagian besar datang dari negara maju seperti Kanada, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Jepang.

Sekitar 50 aktivis Thailand bergabung dalam aksi protes sambil memegang poster bertuliskan “Tidak Ada Ruang untuk Sampah”. 

“Masyarakat di sini hari ini untuk mendapatkan kembali, hak hidup dalam lingkungan berkelanjutan di Thailand,” ujar Buakamsri.

ASEAN berusaha membendung gelombang sampah plastik ke laut dan samudera di kawasan itu. Blok tersebut diharapkan mengadopsi Deklarasi Bangkok, kesepakatan pertama untuk mengatasi sampah di laut. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: