Keren, Mesin Ciptaan Sopir Ambulans Ini Bisa Ubah Sampah Plastik jadi BBM

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
22 Juni 2019   15:00

Komentar
Keren, Mesin Ciptaan Sopir Ambulans Ini Bisa Ubah Sampah Plastik jadi BBM

Utomo Widiyo (kiri) sedang memeriksa proses mengalirnya BBM dari mesin rakitannya. (Foto : Tribunjateng.com/ Fajar Bahruddin Ahmad)

Trubus.id -- Masalah sampah sudah menjadi permasalahan dunia yang masih terus dicarikan solusinya. Berbagai inovasi pun dilakukan agar sampah plastik yang tadinya tidak berguna, menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Hal yang sama juga dilakukan Utomo Widiyo. Permasalahan sampah plastik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akshir Sampah (TPST) Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, menginspirasi pria 41 tahun itu untuk bertindak. Dengan bermodalkan ilmu pengetahuannya, sopir ambulans itu menciptakan mesin yang mampu mengubah sampah plastik tersebut menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mesin rakitan Utomo itu kemudian diberi nama destilator plastik. Mesin yang dirakit dari berbagai macam benda hasil meminta dari rekannya itu kini mampu menghasilkan empat liter BBM dari lima kilogram sampah plastik. Empat liter tersebut terbagi menjadi tiga jenis BBM berbeda, satu liter bensin atau premium, dua liter solar, dan satu liter minyak tanah.

Baca Lainnya : Dua Mahasiswa Jawa Tengah Ciptakan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Internet

Proses pengubahannya sendiri membutuhkan waktu selama empat jam. Dilansir dari Tribunjateng.com, Utomo cerita, ide pembuatan destilator plastik muncul ketika ia sering nongkrong di TPST Panggung bersama teman karibnya yang bekerja di TPST tersebut.

"Saya ajak karib saya berdiskusi. Saya sampaikan ide merubah sampah menjadi BBM. Tapi, justru ia hanya menganggap ide saya ini mimpi, bahkan tidak mungkin," kata Utomo kepada tribunjateng.com.

Meski diragukan, Utomo yang hanya lulusan SMA nekat melakukan percobaan dengan barang-barang minta. Drum dan pipa minta, kemudia proses ngelas pun Utomo meminta adiknya untuk mengelas mesin rakitannya.

Menurut Utomo, idenya itu proses kimia yang disebut pirolisis. Proses pengubahan uap menjadi BBM melalui proses pemanasan yang tertutup. Ia mengaku, berulangkali mesin rakitannya gagal. Ia bahkan membutuhkan waktu selama tiga bulan hingga mesin rakitannya betul-betul berfungsi.

"Saya gagal sebanyak tiga kali. Uji coba pertama asap tidak keluar, kedua asp keluar namun bahan bakar masih tercampur dengan air, dan ketiga sudah tidak bercampur air namun bahan bakar masih keruh. Terakhir yang keempat, bahan bakar yang dihasilkan jernih," ungkapnya.

Baca Lainnya : Jawa Barat jadi Pilot Project Teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Solar

Tiga jenis BBM yang dihasilkan memiliki ciri-ciri, minyak tanah kuning bening, solar kuning agak kecoklatan, dan bensin kuning gelap.

Utomo menjelaskan, ada dua tahap proses perubahan sampah plastik menjadi BBM. Saat plastik dipanaskan, massa jenis bahan bakar yang berat akan masuk ke tingkat kondesor pertama kemudian berubah menjadi bensin.

Bagi massa jenis bahan bakar yang ringan akan masuk ke kondesor tingkat kedua. Pada bagian ini, adanya jarak beberapa senti tempat keluarnya asap. Dari kondesor kedua inilah akan tercipta BBM bejenis minyak tanah dan solar.

"Ketiga jenis BBM tersebut akan terpisah dengan sendirinya. Baik bensin, solar maupun minyak tanah sudah ada selangnya masing-masing," jelasnya.

ia berharap, destilator plastik karyanya ke depan bisa menjadi solusi menumpuknya sampah di Kota Tegal. Menurutnya, awal fokus agar mesin tersebut menjadi solusi bagi Kelurahan Panggung tersendiri. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 22 Juni 2019 - 18:27

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: