Krisis Iklim, Beruang Kutub Liar Berkeliaran ke Permukiman Penduduk di Rusia

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Juni 2019   16:30 WIB

Komentar
Krisis Iklim, Beruang Kutub Liar Berkeliaran ke Permukiman Penduduk di Rusia

Beruang kutub tampak berkeliaran di kota industri Norilsk, Rusia (Foto : Siberian Times)

Trubus.id -- Makhluk hidup merasakan lapar adalah sebuah hal yang sangat wajar. Tapi apa jadinya jika beruang kutub merasa lapar sehingga membuatnya mencari makanan hingga ke permukiman penduduk. Hal ini ternyata benar-benar terjadi di Rusia.

Baru-baru ini sebuah foto dan video yang memperlihatkan seekor beruang kutub berkeliaran di kota industri Norilsk, Rusia viral. Foto dan video tersebut pertama kali diunggah ke akun Instagram Oleg Krashevsky yang merupakan seorang pakar satwa liar di Rusia.

Baca Lainnya : Puluhan Beruang Kutub Invasi Kota, Rusia Keluarkan Status Darurat

Krashevsky mengakui beruang kutub tersbeut sampai harus berjalan jauh keluar habitatnya untuk mencari makan. Kondisi ini terjadi akibat krisis iklim yang membuat habitat beruang kutub rusak serta persediaan makanan yang habis membuatnya harus berjalan jauh hanya untuk mencari makan.

"Dia sangat kelaparan, sangat kurus dan lemah. Dia berputar-putar mencari makanan. Dia hampir tidak memerhatikan orang-orang maupun mobil-mobil," kata Krashevsky seperti dikutip dari The Guardian.

"Dia tampak cukup muda dan kemungkinan kehilangan ibunya. Dia barangkali kehilangan orientasi dan tersesat ke selatan," sambungnya.

Krashevsky sendiri masih bertanya-tanya bagaimana cara beruang kutub itu bisa berada sangat jauh dari habitatnya yang berjarak lebih dari 500 kilometer.

Baca Lainnya : Puluhan Paus Abu-abu Mati Terkait Perairan Kutub Utara Menghangat

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengendalian Hutan Negara Rusia, Anatoly Nikolaichuk, menyebut peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang sangat langka. Dirinya menjelaskan bahwa terakhir kalinya seekor beruang kutub muncul di dekat Norislk adalah lebih dari 40 tahun lalu.

Mengetahui kejadian ini, pemerintah setempat berkata akan segera mengirimkan bantuan. Seperti dilaporkan oleh media lokal NGS24.RU, Kepala Departemen Perlindungan Satwa Liar, Andrei Korobkin, menyebut beberapa pakar akan dikirimkan untuk memeriksa beruang kutub itu dan menetapkan kemungkinan adanya gejala kelelahan atau trauma fisik.

Karena berkeliarannya beruang kutub di kawasan pemukiman manusia adalah sesuatu yang tidak normal, maka sangat bisa dipahami saat warga merasa ketakutan.

“Belum pernah ada invasi beruang kutub massal seperti itu,” kata kepala pemerintahan setempat, Zhigansha Musin. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: