144 Desa masih Terendam Banjir di Konawe, Sulawesi Tengara

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Juni 2019   13:20 WIB

Komentar
144 Desa masih Terendam Banjir di Konawe, Sulawesi Tengara

Petugas BNPB dan TNI menurunkan bantuan untuk pengungsi banjir di wilayah Sulawesi Tenggra dari helikopter. BNPB mencatat Hingga Selasa (19/6/2019) masih terdapat 144 desa dan 22 kelurahan yang terendam banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, banjir yang merendam Konawe, Sulawesi Tengah (Sulteng) belum juga surut.  Hingga Selasa (19/6/2019) masih teridentifikasi genangan di 144 desa dan 22 kelurahan pada 24 kecamatan. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat BNPB Rita Rosita mengatakan, banjir di Konawe, Sulteng akibat intensitas hujan yang tinggi yang menyebabkan  debit Sungai Konaweeha, Sungai Lahambuti, dan Sungai Rawa Aopa meluap. 

" 5.847 kepala keluarga (KK) atau 22.573 jiwa terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tengah (Sulteng) sebelum dan sesudah Idul Fitri 1440 H,' jelas Rita dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/6/2019). 

Ia juga menjelaskan menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe melaporkan pada Selasa (18/6) masih ada genangan setinggi 30 centimeter hingga satu meter di Kecamatan Pondidaha, Kecamatan Wonggeduku, dan Kecamatan Wonggeduku Barat.

Ruas jalan poros Pondidaha masih tergenang sepanjang tiga kilometer dan hanya dapat dilewati truk dan mobil kabin ganda. Selain itu, dua kecamatan, yaitu Routa dan Latoma, masih terisolasi.

"Logistik dan bantuan dikirim menggunakan helikopter. BNPB dan Penerbang TNI Angkatan Darat masing-masing mengerahkan satu unit helikopter untuk menjangkau kecamatan yang terisolasi. Pengiriman bantuan juga dilakukan menggunakan perahu karet," jelas Rita.

BPBD Kabupaten Konawe menyiagakan tim evakuasi serta memantau kondisi terkini. Karena potensi penyakit akibat banjir mulai muncul, tim medis dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana telah melakukan pelayanan kesehatan kepada korban di pos-pos penyintas di kecamatan dan desa.

Sementara itu, banjir telah menyebabkan kerusakan di berbagai sektor. Rumah yang terendam dilaporkan 4.688 unit dengan 192 rusak berat, 513 rusak sedang, dan 575 rusak ringan. Bangunan sekolah yang terendam 32 unit taman kanak-kanak, 49 sekolah dasar, dan 14 sekolah menengah pertama.

Di sektor pertanian, banjir merendam 3.246 hektare sawah, 357 hektare lahan jagung dan lainnya 385 hektare.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: