Capai 63 Derajat Celcius, Kuwait dan Arab Saudi Catat Rekor Suhu Tertinggi di Bumi

TrubusNews
Syahroni
18 Juni 2019   22:00 WIB

Komentar
Capai 63 Derajat Celcius, Kuwait dan Arab Saudi Catat Rekor Suhu Tertinggi di Bumi

Meningkatnya gangguan pernapasan di UEA semakin umum terjadi pada bulan-bulan yang lebih panas karena tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur perubahan suhu yang drastis. (Foto : Ahmed Ramzan/ Gulf News)

Trubus.id -- Seorang pria meninggal di Kuwait belum lama ini ketika negara itu diserang gelombang panas. Pria yang meninggal karena sengatan panas itu ditemukan dengan alat-alat yang biasa ia gunakan untuk bekerja di sebelah tubuhnya.

Menurut harian Al Rai, polisi dan ambulans berpacu ketika ada laporan dari orang yang sakit itu, tetapi dia sudah meninggal pada saat mereka sampai di sana. Laporan forensik menunjukkan paparan sinar matahari yang berlebihan.

Kuwait pada hari Sabtu (15/6) mencatat suhu tertinggi di dunia; mencapai 52,2 derajat Celcius dalam bayangan dan 63 derajat Celcius di bawah sinar matahari langsung, menurut surat kabar Al Qabas yang dilansir dari Gulf News. Di Arab Saudi, merkuri naik menjadi 55 derajat Celcius di Al Majmaah pada siang hari.

Gelombang panas diperkirakan akan terus berlanjut hingga musim panas, yang secara resmi akan dimulai pada 21 Juni mendatang. Situs web Arabia Weather menyatakan bahwa gelombang panas juga telah melanda Qatar, Bahrain dan UEA, dengan panas disertai dengan tingkat kelembaban yang tinggi.

Ahli meteorologi di Kuwait telah memperkirakan musim panas yang bergejolak tahun ini, mencatat bahwa suhu bisa mencapai 68 derajat di bawah matahari bulan depan. Di Irak, provinsi selatan Maysan mencatat 55,6 derajat Celcius. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: