Kemenkop UKM Dukung Produk Hortikultura Berbasis Kemitraan

TrubusNews
Thomas Aquinus
18 Juni 2019   15:40 WIB

Komentar
Kemenkop UKM Dukung Produk Hortikultura Berbasis Kemitraan

Ilustrasi petani hortikultura (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendukung pengembangan produk dari petani hortikultura Bali dengan menerapkan prinsip kemitraan.

"Melalui reformasi koperasi, dari sekitar 138 Koperasi yang aktif, untuk selanjutnya kita dorong untuk lebih berkembang dan berkualitas, seperti halnya dilibatkan di temu konsultasi hari ini, selain itu juga untuk usaha mikro dan usaha kecil yang memiliki produk - produk hortikultura, juga kita dorong dan apresiasi untuk melakukan kemitraan dengan pihak usaha menengah ataupun usaha besar," ujar Sekretaris Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM, Wardoyo, di Denpasar, Selasa (18/6).

Wardoyo menyampaikan, bahwa prinsip kemitraan perlu dilakukan bagi wirausaha pemula atau kelompok usaha mikro agar nantinya produk lokalnya dapat dipasarkan ke berbagai tempat. Wardoyo juga mengapresiasi peraturan Gubernur Bali No 99 tahun 2018 dalam memanfaatkan produk lokal pertanian, industri Bali.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Ungkap 3 Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi

Menurutnya, dengan begitu pelaku usaha dapat melakukan prinsip kemitraan ini secara berkelanjutan, baik dari kesiapan lahannya, cara pembibitannya, pembiayaan hingga akses pasar. Prinsip Kemitraan ini sama artinya dengan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat dan saling menguntungkan sesama UKM dengan usaha besar.

"Untuk usaha kecil hampir 50 persen sesuai dengan data BPS,sekitar 26 juta disumbang dari sektor pertanian, jadi dengan adanya pengolahan produk lokal dengan prinsip kemitraan ini, suplai produk bisa sampai skala internasional ke restoran, hotel - hotel maupun retail modern," ujarnya.

Selain itu, Koperasi di Bali juga dinilai berperan aktif dalam mengikuti pembinaan serta mendapat dorongan dari Pemerintah Provinsi Bali. Dari pembinaan ini, turut mendukung dan membina usaha - usaha kecil agar membuat kelompok tani, dan bisa melakukan perbaikan terhadap produknya bersama - sama.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Sasar Mahasiswa Menjadi Agen Rebranding Koperasi

"Kalau sudah ada peningkatan dari kualitas produknya, dan sudah bekerja bersama - sama, kita dorong lagi untuk membuat koperasi, karena koperasi kan memang dari anggota untuk anggota, untuk kelompok tani ini koperasi sangat diperlukan," katanya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana acara Temu Konsultasi Penguatan Kemitraan Usaha UMKM berbasis Rantai Nilai/Pasok di Provinsi Bali, juga menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung setiap tahun ini, selalu mendapat respon positif dari para pelaku usaha.

Pada pelaksanaan Temu Konsultasi ini juga dihadiri sekitar 50 orang/UKM, dan juga 10 koperasi yang bergerak di bidang pertanian/hortikultura, serta pemegang usaha besar dan wirausaha pemula.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Dukung Kemitraan Koperasi dan Pelaku UMKM di DIY

"Tentu ini kegiatan yang bermanfaat ya, terutama bagi para pelaku usaha dengan mengembangkan produk lokalnya yang beraneka ragam, jadi harapannya setelah acara ini, terjadi penguatan kemitraan usaha, baik antara UKM dan Usaha Besar untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian para petani," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Ratih Indrawati, dilansir dari Antaranews.

Ia juga menambahkan, dengan adanya prinsip kemitraan, para UKM dapat dengan mudah memproduksi produk Holtikultura nya dengan fokus dan berkualitas. Karena mitra lainnya dapat membantu untuk akses pasarnya dan kebutuhan pemasaran terhadap produk tersebut. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

BPOM Lepas Ekspor Temulawak ke Kamboja

Peristiwa   16 Des 2019 - 10:56 WIB
Bagikan:          

Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Penghujan?

Peristiwa   16 Des 2019 - 11:24 WIB
Bagikan:          
Bagikan: