BPBD: 300 Desa di Sumatera Selatan Terancam Terjadi Karhutla

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Juni 2019   16:00 WIB

Komentar
BPBD: 300 Desa di Sumatera Selatan Terancam Terjadi Karhutla

Kebakaran hutan di Riau (Foto : Dok.BNPB)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menyatakan bahwa 300 desa yang tersebar di sembilan kabupaten di Sumatera Selatan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya saat ini wilayah tersebut memasuki musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung pada Juli sampai Oktober. Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan menerjunkan tim bersiaga untuk mengantisipasi karhutla di wilayahnya. Rencananya sekitar 6.000 petugas akan disiagakan di seluruh daerah rawan karthula, 1.500 petugas di antaranya difokuskan bersiaga di 100 desa paling rawan terjadi karhutla.

Sembilan kabupaten yang masuk ke dalam kategori rawan karhutla meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi banyuasin (Muba), Muara Enim, Banyuasin, Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Prabumulih.

"Yang rawan karhutla itu ada 300, namun yang harus mendapatkan perhatian serius 100 desa di empat kabupaten yakni OKI, OI, Muba, dan Banyuasin. Bulan depan 6.000 petugas akan disiagakan untuk mencegah dan mengantisipasi karhula di lokasi rawan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori, Selasa (18/6/).

Dikatakannya 100 desa yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau sebagian besar areanya adalah lahan gambut yang mudah terbakar jika cuaca panas ekstrem. Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak membuka dan membakar lahan terlebih saat ini tengah musim kemarau karena bisa berakibat kebakaran hutan. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: