Mentan Amran: Kementan Bertekad Wujudkan Sektor Pertanian yang Berdaya Saing

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
18 Juni 2019   13:30

Komentar
Mentan Amran:  Kementan Bertekad Wujudkan Sektor Pertanian yang Berdaya Saing

Mentan Amran ketika menghadiri (Musrembangtan) Nasional 2019 di Bogor, Selasa (18/6) (Foto : Dok.Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Guna bertekat menjadi lumbung padi dunia serta meningkatkan produktifitas hasil pertanian, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mewujudkan sektor pertanian yang berdaya saing. Guna merealisasikannya, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menggelar Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) Nasional 2019 di Bogor, Selasa (18/6) yang mengusung tema “Mewujudkan Sektor Pertanian yang Berdaya Saing Melalui Peningkatan SDM Pertanian Berkualitas dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian”.

Musrenbangtan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka penyusunan program, kegiatan dan anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2020. Tujuannya membahas perencanaan 2020 dengan fokus pada target-target prioritas nasional dan prioritas bidang yang harus dipersiapkan dengan matang.

Mentan Amran mengapresiasi kerja keras seluruh daerah sehingga capaian sektor pertanian selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah prestasi tersebut antara lain Kementan berhasil mempertahankan predikat WTP atas laporan keuangan yang diberikan BPK selama 3 tahun berturut-turut.

Baca Lainnya : Pasca Lebaran, Kementan Pastikan Produksi Cabai Tetap Aman

"WTP kita menarik, selama sejarah pertanian, tiga tahun berturut-turut. Itulah adalah rekor keberhasilan di sektor pertanian. Berkat doa dan kerja keras kita semua. Kita tahu dulu penuh sektor pertanian dengan masalah, disclamer dan Wajar Dengan Pengecualian," kata Amran dalam siaran pers yang diterima Trubus. id di Jakarta, Selasa (18/6).

Lebih lanjut dia mengatakan, sektor pertanian 2014-2018 berdasarkan data BPS meningkat drastis. PDB tersebut tercatat naik Rp400 triliun sampai Rp500 triliun. Total akumulasi mencapai Rp1.370 triliun. Salah satu faktor yang mendongkrak peningkatan PDB pertanian adalah peningkatan ekspor.

"Pada kurun waktu yang sama, peningkatan ekspor diperkirakan mencapai 9 sampai 10 juta ton. Jika pada 2013 ekspor hanya mencapai 33 juta ton, maka pada 2018 ekspor pertanian mencapai 42 juta ton. Ekspor kita meningkat itu atas kerja keras kita semua," urainya.

Baca Lainnya : Kementan Siap Antisipasi Siklus Rutin Kekeringan

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pertanian baru-baru ini mencapai 3,7 persen. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah 3,5 persen. Dari sisi inflasi pangan periode 2014-2017, inflasi pangan turun signifikan sebesar 88,1 persen, dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen.

"Untuk itu, kami sampaikan agar program yang sudah baik ini dijaga dengan baik, kebijakan yang sudah baik di era pemerintahan Jokowi-JK kita lanjutkan, karena kita melihat kalaupun anggaran turun tetapi produksi ekspor tetap naik dan itu disampaikan oleh Komisi IV DPR RI kemarin," ujar Amran kembali.

Pihaknya meminta beberapa program strategis Kementan yang harus ditindaklanjuti secara serius. Pasalnya, berdampak besar ternyata pertumbuhan ekonomi nasional dan masa depan Indonesia.

"Program peternakan ada pengembangan sapi belgian blue, beratnya 2 ton. Kalau ini dilanjutkan, ini menentukan masa depan. Kita tidak lagi impor sapi, tapi justru ekspor," tambahnya.

Sementara itu, untuk sektor perkebunan, lanjut Amran, yakni program pengembangan Biodiesel 100. Program ini dipastikan dapat mempengaruhi dunia karena CPO yang diekspor CPO selama ini ke 143 negara, akan dikelola sendiri untuk menghasilkan bahan bakar.

Baca Lainnya : Kementan Tegaskan Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih Tetap Dipertahankan

"Jika ini terwujud, kita bisa menghemat devisa dan yang terpenting adalah kita bisa menghemat energi menjadi ramah lingkungan, tidak berasap," terangnya.

Program selanjutnya yang perlu dilanjutkan yakni pengembangan lahan rawa melalui Program SERASI (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterakan Petani). Optimasi lahan rawa ini bisa memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia kurang lebih satu miliar orang.

"Jadi kita siapkan dari sekarang kemudian kebijakan-kebijakan yang tidak produktif. Kebijakan yang tidak bisa mendorong pertumbuhan produksi ini dicabut. Itu sesuai arahan Bapak Presiden agar investasi dan ekspor bisa meningkat. Dua hal ini yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi adalah ekspor dan investasi," tegasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif 2020, Kementan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 20,535 Triliun atau turun 5,37 persen dibandingkan dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp21,68 Trilyun. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: