Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Dorong Potensi "Blue Carbon" pada Konferensi Iklim PBB

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
18 Juni 2019   07:00

Komentar
Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Dorong Potensi

Suasana Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Climate Change Conference) di Bonn, Jerman, Senin (17-6-2019).  (Foto : Dokumentasi Kemenko Maritim)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia usulkan peran blue carbon untuk kurangi emisi karbon dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Climate Change Conference) di Bonn, Jerman, Senin (17-6-2019).  Sebelumnya, dalam pertemuan Paris tahun 2015, peran blue carbon kemaritiman belum dimasukan menjadi usulan. 

Blue carbon atau karbon biru merupakan karbon yang ditangkap dan disimpan di samudra dan ekosistem pesisir. Karbon ini termasuk karbon pantai yang tersimpan di lahan basah pasang surut, seperti hutan yang dipengaruhi pasang surut, bakau, rawa pasang surut dan padang lamun. 

Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir menegaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia ingin menyatakan keberpihakan dan perhatian besar pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon antara 29-41 persen pada tahun 2030.

Indonesia mempunyai modal besar blue carbon yang bersumber pada  mangrove dan padang lamun. Dengan jumlah pasokan 16-20 persen mangrove dan padang lamun diharapkan bisa memberikan kontribusi kenaikan suhu bumi hingga 1.5 derajat celcius pada 2050

"Sebagai negara kepulauan terbesar, kita kurang memahami peran mangrove, seagrass meadow (padang lamun) di mana pasokan setidaknya 16-20 persen pasokan mangrove dan seagrass meadow dunia ada di Indonesia," jelas Kartini pembukaan UNCCC di Bonn, Jerman, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17-6-2019).

Secara detil, menurut Kartini, pemerintah Indonesia membawa tim lengkap lintas Kementerian/Lembaga yang akan menjadi negosiator dalam isu mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim, serta isu peningkatan kapasitas dan trust fund (dana perwalian) untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 

"Tapi tidak hanya blue carbon, Indonesia juga mengusulkan green carbon untuk mengurangi efek perubahan iklim, dan ini unik karena biasanya negara lain hanya punya salah satu saja," jelas Kartini.

Konferensi UNCCC berlangsung sampai tanggal 22 Juni 2019. Delegasi Republik Indonesia  terdiri dari pejabat Kemenko Bidang Kemaritiman, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian PPA dan Badan Meteorologi dan Geofisika. 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: