Gempa M=5,4 yang Guncang Lembata Akibat Deformasi Batuan Thrust Fault

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Juni 2019   16:30 WIB

Komentar
Gempa M=5,4 yang Guncang Lembata Akibat Deformasi Batuan Thrust Fault

Ilustrasi gempa (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan hasil analisa mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi akibat deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

Analisis BMKG menunjukkan, informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnutudo 5,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,4. BMKG juga menegaskan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca Lainnya : Gempa Tektonik Berkekuatan Magnitudo 5,3 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

BMKG mencatat episenter gempa bumi berada pada koordinat 8,94 Lintang Selatan (LS) dan 123,01 BUjur Timur (BT), dan berlokasi di laut pada jarak 68 kilometer arah selatan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT dengan kedalaman 118 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.

Baca Lainnya : Senin Dini Hari, Gempa Tektonik Berkekuatan Magnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Sawu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault),” kata Kepala BMKG Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu, Senin (17/6/19) mengutip Antaranews.

Selain itu, dirinya menduga sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa bumi ini adalah subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah lempeng Eurasia. Guncangan dilaporkan dirasakan di daerah Lembata, Ende dengan intensitas III-IV MMI, Waingapu, Larantuka, Alor II-III MMI, Kupang, Rote I-II MMI.

Sampai berita ini diturunkan belum ada laporan dampak gempa bumi baik korban jiwa ataupun kerusakan bangunan. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: