Palsukan Dokumen Ekspor, Lima Kontainer Sampah dan Limbah Terkontaminasi B3 Dikembalikan ke AS

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Juni 2019   00:35 WIB

Komentar
Palsukan Dokumen Ekspor,  Lima Kontainer Sampah dan Limbah Terkontaminasi B3  Dikembalikan ke AS

KLHK dan Kemenkeu mengungkap penyalahgunaan dokumen ekspor kertas Milik PT AS yang malah berisi limbah yang terkontaminasi B3 bercampur sampah di terminal peti kemas Surabaya. LImbah dan sampah tersebut telah dipulangkan ke Amerika pada Jumat (14/6) lalu. (Foto : Dokumentasi KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah mengembalikan (re-eskpor) lima kontainer limbah Non-B3 berupa kertas milik PT AS ke Amerika pada Jumat (14/6) lalu. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi menjelaskan, kelima kontainer tersebut berdasarkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan izin yang dimiliki sebagai importir produsen limbah Non-B3 berupa kertas dari Kementerian Perdagangan seharusnya, hanya boleh memuat scrap kertas dengan kondisi bersih tidak ter-kontaminasi limbah B3 dan tidak tercampur sampah. 

"Pelaksanaan pemuatan kontainer ke dalam kapal untuk re-ekspor telah dimulai sejak hari Kamis tanggal 13 Juni 2019 dan pada tanggal 14 Juni 2019 semua kontainer sudah berada dalam Kapal Zim Dalian yang siap berangkat menuju Amerika Serikat," jelas Djati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (16/6).

Djati menambahkan, awal teridentifikasinya kontainer yang tertahan ini adalah kecurigaan dari pihak Ditjen Bea dan Cukai sehingga kontainer masuk ke pelabuhan, maka dialihkan ke jalur merah, yang berarti memerlukan pemeriksaan lanjut.

Saat pemeriksaan lima kontainer tersebut, ternyata ditemukan impuritas atau limbah lainnya berupa sampah, antara lain sepatu, kayu, pampers, kain, kemasan makanan minuman dan sejumlah keran plastik dalam jumlah yang cukup besar. 

Pengaturan pelanggaran terhadap masuknya sampah ke wilayah NKRI telah diatur melalui Undang Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sedangkan pengaturan pelarangan masuknya limbah B3 diatur melalui Undang Undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Adapun pengaturan perpindahan lintas batas limbah secara Internasional juga telah diatur melalui Konvensi Basel yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui keputusan Presiden No.61 Tahun 1993, dimana vokal poin dari konvensi Basel tersebut adalah Direktur Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup.

"Re-ekspor ini menjadi pembuktian bahwa Indonesia telah berkomitmen menjaga wilayah NKRI untuk tidak menambah beban daya dukung lingkungan dengan masuknya sampah atau limbah yang tidak diinginkan dari negara lain," lanjutnya  

Djati juga memberikan keterangan tambahan bahwa secara internasional Indonesia sebagai negara peratifikasi Konvensi Basel berarti juga telah menanggulangi perpindahan lintas batas limbah ilegal sebagaimana diatur dalam konvensi Basel. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: