Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G-20 Sepakat Penanganan Sampah Plastik Laut

TrubusNews
Thomas Aquinus
16 Juni 2019   20:00 WIB

Komentar
Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G-20 Sepakat Penanganan Sampah Plastik Laut

Pertemuan menteri lingkungan hidup anggota G-20 (Foto : Dok KLHK)

Trubus.id -- Penanganan sampah plastik laut kedepannya akan lebih terkoordinasi dan efektif dengan dibahasnya masalah tersebut pada pertemuan menteri-menteri lingkungan hidup anggota G-20 yang diselenggarakan di Kota Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 15 hingga 16 Juni 2019.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam acara G20 Ministerial Meeting on Energy Transition and Global Environment for Sustainable Growth tersebut menegaskan, penanganan sampah terkait dengan mandat Undang-undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak atas lingkungan hidup yang sehat.

“Selain legal basis yang telah disiapkan, keterlibatan komunitas dan para pihak, seperti kaum perempuan dan remaja, merupakan kendaraan utama dalam penanganan sampah,” ucap Siti, Minggu (16/6).

Baca Lainnya : Balai Gakkum KLHK Segel Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Ciledug

Dirinya juga menyampaikan bahwa peran masyarakat, pemerintah daerah dan LSM di antaranya telah mampu menghasilkan 7.000 unit bank sampah dan menjangkau lebih dari 1 juta rumah tangga dalam penanganan sampah nasional.

Pada kesempatan tersebut Menteri Siti selaku Ketua Delegasi Indonesia untuk Bidang Lingkungan Hidup, membeberkan beberapa inisiatif penanganan sampah ala Indonesia seperti pembayaran jasa angkutan umum menggunakan botol plastic di Surabaya, peningkatan tanggung jawab produsen dan para pemangku lainnya (Extended Producer Responsibility/EPR), sebagaimana dirintis oleh Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainability (PRAISE) dalam mendorong tanggung jawab semua stakeholders, dan kampanye Reduce, Reuse, Recycle (3R) bersama masyarakat.

Baca Lainnya : KLHK Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik Saat Mudik

Sementara itu, merespon pertanyaan terkait impor ilegal sampah plastik, Menteri Siti menyampaikan bahwa Indonesia akan menindak tegas pelanggaran lingkungan hidup terkait sampah. Salah satunya adalah kasus pengiriman limbah sampah ke Indonesia di Surabaya dan Batam baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Indonesia bertindak tegas atas isu perdagangan sampah ilegal.

Terkait dengan penanganan sampah laut di Bali, Menteri Siti menyatakan bahwa sudah ada inisiatif masyarakat untuk mengolah sampah di tempat dan telah ada peran aktif perusahaan-perusahaan swasta besar untuk mendukung gerakan bebas sampah laut.

Inisiatif di 19 kabupaten/kota lain di Indonesia dalam upaya mengatasi plastik sekali pakai juga terus berkembang dan diharapkan akan terus meluas, mengingat Indonesia sebagai negara besar dan span of control yang jauh dan tidak mudah.

Baca Lainnya : Bisa Sebabkan Kanker, KLHK Ingatkan Sampah Plastik Cenderung Meningkat

Menyinggung kerja sama penanganan sampah antara Indonesia dan Jepang, menteri Siti menjelaskan bahwa selama ini telah terjalin kerja sama teknis dengan pemerintah Jepang dalam pengembangan basis data dan teknologi pengelolaan sampah padat, terutama sampah rumah tangga. Yang perlu dikembangkan kemudian adalah sistem pemantauan dan alih teknologi pengelolaan sampah terpadu. Seperti dilansir dari Okezone. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: