Dua Mahasiswa Jawa Tengah Ciptakan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Internet

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
16 Juni 2019   15:00

Komentar
Dua Mahasiswa Jawa Tengah Ciptakan Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Internet

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, menemukan solusi pengelolaan sampah berbasis internet dengan menciptakan tempat sampah berbasis internet of things (IOT) yang bisa mengirimkan notifikasi lokasi tempat sampah serta volume sampahnya.

Adalah Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahasiswa jurusan Sistem Informasi (SI) dan Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro.

"Temuan tempat sampah yang diberi nama T-Smart++ berawal dari keresahan dirinya bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk," ujarnya.

Baca Lainnya : Selama Libur Lebaran, Suroboyo Bus Kumpulkan 1,26 Ton Sampah Botol Plastik

Menurutnya, banyak ditemukan kasus tempat sampah yang sudah penuh, namun belum segera diambil karena dimungkinkan petugas pengambil sampah belum mengetahui lokasi tempat sampah yang sudah penuh tersebut. 

Terkadang, lanjutnya, tempat sampah yang belum penuh justru diambil terlebih dahulu. Akibatnya, kondisi tempat sampah yang sudah penuh justru menimbulkan polusi udara.

Atas permasalahan itu, ia mengatakan muncul ide untuk membuat tempat sampah berbasis internet tersebut.

"Untuk mewujudkan tempat sampah berbasis internet tersebut, membutuhkan waktu dua bulan," katanya.

Baca Lainnya : Usai Lebaran Volume Sampah Bekasi Capai 900 Ton Per Hari

Tempat sampah pintar berbasis IOT tersebut memiliki beberapa keunggulan, yakni ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci, selanjutnya memberikan notifikasi berisi tentang peringatan tempat sampah yang penuh serta lokasi tempat sampah tersebut melalui ponsel cerdas dengan sistem operasi Android milik petugas pengambil sampah. 

Menurutnya, hal tersebut akan mempermudah petugas pengambil sampah mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga mengetahui prioritas utama yang harus diambil.

Baca Lainnya : Sampah Libur Lebaran di Kota Pariaman Capai 65 Ton Per Hari

Dirinya berharap dengan inovasi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa digunakan pemerintah daerah, perusahaan dan lainnya dalam pengelolaan sampah.

"Setidaknya, lingkungan bisa semakin bersih sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMK Rohmad Winarso mengungkapkan, bahwa inovasi mahasiswa ini sudah lolos dalam program pekan kreativitas mahasiswa (PKM) Karya Cipta (KC) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Baca Lainnya : Indonesia Tegas Akan Lakukan Reekspor Sampah Plastik Ilegal

Dirinya mendorong agar banyak mahasiswa mengikuti ajang bergengsi PKM tersebut. Apalagi temuan dari mahasiswa sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Inovasi ini memang belum bisa dikatakan sempurna, namun inovasi ini menjadi awal karena potensi untuk dikembangkan sangat besar," katanya.

Bahkan, dirinya juga meminta agar inovasi tersebut dapat dipatenkan. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Juni 2019 - 20:41

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: