Rumah Warga di Pesisir Pantai Bantul Potensi Terdampak Gelombang Tinggi

TrubusNews
Thomas Aquinus
16 Juni 2019   14:00 WIB

Komentar
Rumah Warga di Pesisir Pantai Bantul Potensi Terdampak Gelombang Tinggi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan rumah warga di beberapa titik pantai selatan di wilayahnya rawan terkena dampak gelombang tinggi yang berpotensi melanda pantai setempat.

"Yang paling rawan terdampak gelombang tinggi itu seperti wilayah Pantai Depok, Pantai Kuwaru, Pantai Baru dan sebelah baratnya, itu karena rumah-rumah sangat dekat dengan pantai," ujar Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul, Minggu (16/6).

Rumah-rumah warga dan bangunan usaha yang berada di pesisir selatan berpotensi diterjang atau terkena limpasan air laut pasang selama gelombang tinggi seperti yang diprediksi BMKG Yogyakarta dalam pekan ini.

Baca Lainnya : Gelombang Tinggi 6 Meter Berpotensi Terjadi Empat Hari ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada

Apalagi, dikatakannya, gelombang tinggi yang pekan ini diperkirakan mencapai tiga hingga enam meter di laut selatan DIY. Menurutnya, ini merupakan fenomena alam yang bisa terjadi setiap saat, sehingga garis pantai akan semakin ke utara.

"Rumah-rumah yang saat ini ada di sana itu sangat dekat dengan posisi pantai, dulu mungkin jauh, tapi dengan kondisi alam seperti ini kan kita melihat bahwa air laut semakin ke utara, sehingga pemukiman yang dulu jauh sekarang makin dekat," ujarnya.

Hal tersebut perlu diwaspadai khususnya warga pesisir yang selama ini menganggap masih aman, sebab perubahan kondisi alam semakin cepat dan semakim membahayakan bagi warga masyarakat sekitar.

"Dan kalau kita tidak melihat situasi kondisi ini maka ancaman makin besar. Tahun kemarin (akibat gelombang tinggi) wilayah pantai paling ujung barat rata-rata rusak parah, karena memang harusnya bebas dari pemukiman," ujarnya.

Baca Lainnya : Ratusan Nelayan Pantai Baron Tidak Melaut Karena Gelombang Tinggi

Dwi mengatakan, seharusnya warga menyadari ancaman bahaya dari gelombang tinggi karena ketika menjadi korban dampak fenomena tersebut pemerintah tidak bisa memberi ganti rugi.

"Permasalahan kan mereka tinggal di daerah yang memang larangan untuk pemukiman, dan jarak aman antara hunian dengan tepi pantai yang paling pinggir kalau di Bantul minimal 200 meter," ujarnya.

"Tetapi sekarang kondisinya kurang dari itu, ini yang harus disadari masyarakat dan mereka harus memahami, mengetahui bahwa itu ada aturannya, alam tidak bisa disalahkan, alam akan seperti itu dan terjadi berulang-ulang," pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan: