Tiga Desa di Kabupaten Bantul Terdampak Kekeringan Akibat Musim Kemarau

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Juni 2019   21:00 WIB

Komentar
Tiga Desa di Kabupaten Bantul Terdampak Kekeringan Akibat Musim Kemarau

Dampak kekeringan ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Musim kemarau yang tengah terjadi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta mengakibatkan tiga desa mengalami bencana kekeringan. Kondisi ini berdampak pada tiga desa tersebut membutuhkan bantuan distribusi air bersih untuk keperluan sehari-hari dan juga irigasi lahan pertanian.

“Musim kemarau 2019 ini, Batul menjadi salah satu wilayah yang berpotensi dilanda kekeringan ekstren, khususnya di wilayah perbukitan,” terang Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, Sabtu (15/6) mengutip Antaranews.

Lebih lanjut dia menuturkan, tiga daerah yang dilaporkan mengalami kekeringan dan sudah mendapat bantuan air bersih yaitu masyarakat di pedukuhan Bawuran Pleret, kemudian di wilayah Desa Triharjo Kecamatan Pandak dan di Desa Terong Dlingo.

Baca Lainnya : Musim Kemarau, Kepala BNPB Imbau Warga Waspada Kebakaran Hutan

"Ini sudah kita droping sebelum Lebaran kemarin untuk antisipasi dampak kekeringan berkepanjangan, karena itu memang kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Guna antisipasi dampak kemarau setelah Lebaran ini, lembaganya segera mengumpulkan para kepala desa di seluruh Bantul terutama yang daerahnya berpotensi kekeringan atau kesulitan air bersih saat kemarau.

"Setelah Lebaran ini tentu saja akan semakin meningkat karena puncak musim kemarau prediksinya di Agustus dan September, ini sudah bulan Juni sehingga sudah dampak panasnya sudah sangat luar biasa," ucapnya lagi.

Baca Lainnya : Musim Kemarau di Jawa Timur Tetap Berpotensi Turun Hujan

Dikatakan Daryanto, nantinya pada saat masyarakat membutuhkan bantuan, BPBD tinggal melakukan droping air bersih sesuai dengan kondisi masyarakat masing-masing, sebagai antisipasi apabila musim kemarau berlangsung panjang.  Untuk itu, pihaknya berharap, musim kemarau tahun 2019 tidak kemarau panjang.

Untuk menanggulangi dampak kemarau di Bantul, pihaknya berkoordinasi dengan lembaga terkait baik swasta maupun pemerintah yang biasanya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat.

"Semua kita antisipasi, karena untuk kebutuhan masyarakat kita melayani sesuai dengan harapan masyarakat, dan kita selaku aparat pemerintah tugasnya harus siap untuk melayani masyarakat," pungkasnya. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: