Gubernur DKI Jakarta Jelaskan Pemberian IMB di Pulau Reklamasi

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Juni 2019   01:10 WIB

Komentar
Gubernur DKI Jakarta Jelaskan Pemberian IMB di Pulau Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjawab pertanyaan wartawan (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan  bahwa  telah menghentikan proyek pembangunan di Pulau Reklamasi. Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap 932 bangunan di pulau reklamasi berbeda dengan Reklamasi itu sendiri.

"Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan Reklamasi adalah dua hal yang berbeda," kata Anies dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis, (13/6).

Ia menjelaskan bahwa reklamasi merupakan kegiatan membangun daratan diatas perairan. Jadi yang dimaksud dengan reklamasi adalah pembuatan lahan baru. Ada 17 pantai/pulau yang akan dibangun di teluk Jakarta. 

Kini Kegiatan reklamasi itu telah dihentikan, semua ijin reklamasi telah dicabut. Sementara untuk IMB menurutnya merupakan ijin dari pemanfaat hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan.

"IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tapi IMB adalah soal izin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan, " ucapnya.

Sebelumnya, penerbitan IMB di pulau reklamasi memicu kontroversi karena Anies sempat menyegel di pulau buatan yang ada di Teluk Jakarta itu. Anies menjelaskan alasan tidak membongkar bangunan yang sudah berdiri di Pulau Reklamasi.

Anies mengaku harus mematuhi Pergub Nomor 206 Tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, Pulau D, dan Pulau E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

"Mengapa mereka diberi IMB? Mengapa tidak dibongkar saja?" kata Anies.

Menurutnya, apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan peraturan gubernur. Pergub 206/2016 itulah yang jadi landasan hukum bagi pengembang untuk membangun. Bila saya mencabut pergub itu, agar bangunan rumah tersebut kehilangan dasar hukumnya.

 Lalu membongkar bangunan tersebut maka yang hilang bukan saja bangunannya tapi kepastian atas hukum juga jadi hilang,

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan: