Seluas 4.208 Hektare Padi Jagung Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
13 Juni 2019   16:30

Komentar
Seluas 4.208 Hektare Padi Jagung Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Lahan padi jagung terdampak erupsi Gunung Sinabung (Foto : Trubus.id/Kontri Reza Perdana)

Trubus.id -- Dinas Pertanian Sumatera Utara (Distan Sumut) mencatat, erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (9/6) kemarin, menyebabkan kerusakan pada tanaman pangan dan hortikultura milik petani di tiga kecamatan di Kabupaten Karo. 

Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Marino mengatakan, terkait hal tersebut petani diimbau untuk melakukan penyiraman agar tanaman tetap dapat berfotosintesis, sebab pertanaman petani tertutupi abu vulkanik. 

"Hasil monitoring Jajaran Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, terdapat 3 Kecamatan terkena dampak erupsi, yakni Kecamatam Kuta Buluh, Berastagi, dan Namanteran," kata Marino, Kamis (13/6).

Baca Lainnya : Lahan Pertanian Terdampak Erupsi Sinabung, Harga Kentang dan Tomat Melambung

Dijelaskannya, dari ketiga kecamatan tersebut terdapat pertanaman yang rusak antara lain pada tanaman pangan. Tercatat, padi sawah umur 70 hingga 100 hari yang terkena seluas 8 hektare. Tanaman jagung adalah yang paling luas terkena debu, mencapai 4.200 hektare, dan saat ini berumur 60-80 hari.

"Keduanya di Kecamatan Kuta Buluh. Sementara itu, tanaman hortikultura seperti jeruk, cabai rawit, wortel, petsai, terong, buncis, ercis, dan krisan," ujarnya.

Marino menyebut, paling banyak adalah Namanteran. Cabai seluas 274 hektare dan kentang seluas 225 hektare. Total tanaman hortikultura yang terkenas imbas 1.708,1 hektare.

Baca Lainnya : Erupsi Sinabung Sebabkan Lahan Pertanian di 3 Kecamatan Rusak

Hal tersebut juga tertuang dalam Laporan Keadaan Bencana Alam erupsi Gunung Sinabung oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara bertanggal 10 Juni 2019.

Laporan itu ditujukan kepada Direktur Perlindungan Tanaman Pangan dan Direktur Perlindungan Hortikultura yang ditandatangani Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Dahler. 

"Kita merekomendasikan agar petani melakukan penyiraman, agar debu yang menutupi tanaman dapat dihilangkan. Dengan demikian, proses fotosintesis tetap dapat berjalan," ungkap Marino.

Baca Lainnya : Hujan Abu Gunung Sinabung Terpapar Hingga Aceh

Diterangkannya, menyemprotkan air ke seluruh pertanaman yang terkena abu vulkanik bertujuan agar pertanaman masih dapat berfosintesis kembali. Tentunya hasilnya dapat dipanen kembali. 

"Pak Sarjana Purba (Kadis Pertanian Karo) di sana melakukan penyedotan debu dengan alat," tandasnya. [NN]
 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 13 Juni 2019 - 17:08

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: