Tanaman Industri "Gerogoti" TN Tesso Nilo, Pertarungan Gajah vs Manusia Kembali Terjadi

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
13 Juni 2019   12:30

Komentar
Tanaman Industri

Pawang gajah atau mahot memandikan gajah seusai berpatroli di Taman Nasional Tesso Nilo . (Foto : Trubus.id/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kasus konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) dengan manusia yang sedang berlangsung di Kabupaten Indragiri Hulu adalah akibat kerusakan parah di lanskap Tesso Nilo yang merupakan habitat alami satwa bongsor itu.

“Sebagaimana semua orang sudah tahu, lanskap Tesso Nilo sudah berubah bentang alamnya menjadi kelapa sawit, hutan tanaman dan sebagainya,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono, di Pekanbaru, Kamis (13/6).

Ia mengatakan sudah sekitar dua pekan terakhir enam ekor gajah sumatera liar berkeliaran di area perkebunan dan permukiman di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Mereka terpecah menjadi dua kelompok, yakni di Kecamatan Peranap empat ekor dan sisanya di Kecamatan Kelayang.

Baca Lainnya : Mengenaskan, Tiga Gajah Mati Karena Racun di Perkebunan Sawit Malaysia

Hewan dilindungi itu sejatinya berasal dari lanskap Tesso Nilo, yang merupakan kantong gajah dengan populasi terbesar di Riau. “Lanskap Tesso Nilo merupakan kantong gajah terbesar ada sekitar 140 ekor di sana,” ujarnya.

Lanskap Tesso Nilo berada sekurang-kurangnya di dua kabupaten, yakni Pelalawan yang terbesar dan Inhu. Di Pelalawan merupakan lokasi kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, seluas lebih dari 86 ribu hektare, namun habitat gajah itu kini porak poranda akibat perambahan yang massif.

Suharyono mengatakan, akibat kerusakan habitat aslinya di lanskap Tesso Nilo, gajah liar kesulitan mencari makanan sehingga terpaksa keluar hingga ke area permukiman.

Baca Lainnya : Resort Situgal dan Resort Onangan di TN Tesso Nilo Ditanami Tanaman Pakan Gajah Liar

“Kebutuhan ruang hidup 140 ekor lebih gajah di Tesso Nilo pasti sulit karena yang dulunya mereka mudah dapat makanan, sehingga dia (gajah) akan keluar dari tempat dia hidup saat ini,” ujarnya.

Tim gabungan baru bisa memulai operasi penghalauan enam ekor gajah sumatera pada Kamis pagi ini sejak pukul 08.00 WIB. Operasi gabungan ini turut melibatkan Tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF. Di dalam tim tersebut juga ada dua gajah binaan dari Taman Nasional Tesso Nilo, yang diberi nama Rahman dan Indro.

Operasi penggiringan itu akan mencoba menghalau enam ekor satwa dilindungi itu agar kembali masuk ke kantong gajah Tesso Nilo. (ANTARA)

  2


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Jose Rimbawan 15 Juni 2019 - 14:23

Pemda pemda koruppp

Cindy Tanaka 13 Juni 2019 - 17:08

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Rumah Warga Aceh di Rusak Kawanan Gajah Liar

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: