1.598 KK Mengungsi Akibat Banjir di Konawe Utara, 3 Desa Masih Terisolir

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Juni 2019   17:00

Komentar
1.598 KK  Mengungsi Akibat  Banjir di Konawe Utara, 3 Desa Masih Terisolir

Citra udara banjir yang memutus jalan penghubung antar desa Sulawesi Tenggara (Foto : Dok BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sampai pada Selasa 11 Juni 2019 pukul 21.WITA, jumlah pengungsi banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara  mencapai 5.703 Jiwa dari 1.598 kepala keluarga (KK).

Banjir di Konawe Utara akibat dari intensitas hujan yang mengguyur Kab. Konawe Utara dan sekitarnya tgl 01 Juni - 02 Juni 2019 lalu yang membuat meluapnya Sungai Lalindu, Sungai Walasolo dan Sungai Landawe. 

Kepala Pusat Data Indormasi dan Humas BNPN, Sutopo Purwo Nugroho merinci, jumlah Total : 1.598 KK / 5.703 Jiwa yang mengungsi terdiri atas 42 Desa dan 3 Kelurahan di 6 Kecamatan.

Baca Lainnya : 1.598 KK Mengungsi Akibat Banjir di Konawe Utara, 3 Desa Masih Terisolir

Rincian terdiri atas; Kecamatan Andowia 4 Desa dan 1 Kelurahan sebanyak 526 KK/ 1.665 Jiwa, Kecamatan  Oheo 14 Desa dan 1 Kel sebanyak 202 KK/ 573 Jiwa, Kecamatan Asera 13 Desa, 1 Kelurahan dengan 655 KK/ 2.608 Jiwa. 

Selanjutnya Kec. Landawe 6 Desa sebanyak 103 KK/ 409 Jiwa, Kecamatan Langgikima 2 Desa sebanyak 12 KK/ 48 Jiwa dan Kecamatan Wiwirano 3 desa. 

"Dampak kerugian sampai dengan pukul 21.00 WITA sebanyak  202 unit rumah hanyut dan  1.396 unit rumah terendam," jelas Sutopo dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6).

Baca Lainnya : BNPB: Jumlah Warga Terdampak Banjir dan Longsor Kutai Kartanegara Capai 16.385 Jiwa

Fasilitas umum lainnya yang terdampak bencana banjir adalah pasar tradisonal sebanyak 3 unit yaitu Pasar Landawe, Lembo dan Laronanga. 28  gedung Sekolah yang terdiri atas 8 gedung SD, 3 gedung SMP, dan 17 gedung PAUD.

Lima bangunan masjid dan 2 Gedung Balai Desa tak luput dari terjangan banjir. Selain itu 2 unit Puskesmas terendam di Kec. Andowia  dan 2 unit Puskesmas Pembantu

"Masih ada 3 Desa yang belum bisa dijangkau karena akses yang putus dan derasnya aliran air, yakni Kecamatan Wiwirano terdiri atas Desa Padalere Utaman, Desa PadalereDesa Lamonae Utama," tambahnya.

Baca Lainnya : Banjir Rendam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Samarinda Utara

Sutopo menambahkan penjelasan  kendala yang terjadi di lapangan adalah  hujan dengan intensitas cukup tinggi masih turun membuat arus aliran air masih deras. Selain itu penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir.

Sulitnya akses komunikasi dan penyaluran bantuan logistik dari BNPB belum tiba dikarenakan akses jalan menuju Kab. Konawe Utara terputus mempersulit keadaan.

"Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD. Berhubung beberapa tempat belum bisa dihubungi karena 4 jembatan putus dan longsor maka bantuan disalurkan dengan helikopter BNPB. Droping bantuan dari Jakarta dengan pesawat kargo terus disalurkan," tuturnya. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 12 Juni 2019 - 20:36

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: