1.064 Hektare Lahan Pertanian dan 420 Hektare Lahan Perikanan Hancur Diterjang Banjir di Sulawesi Tenggara

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
10 Juni 2019   18:00

Komentar
1.064 Hektare Lahan Pertanian dan 420 Hektare Lahan Perikanan Hancur Diterjang Banjir di Sulawesi Tenggara

Foto daerah terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara. (Foto : BNPB)

Trubus.id --  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan pada sektor pertanian dan perikanan akibat banjir di Sulawesi Tenggara, yang terjadi mulai awal Juni 2019. 

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara menunjukan, 1.064 hektare lahan pertanian dan perkebunan rusak akibat bencana tersebut. Tidak hanya itu, kerusakan juga tercatat pada  420 hektare lahan perikanan.  

"Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 ha, lahan jagung 83,5 ha dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 ha," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Porwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/2019).
 

Baca Lainnya : Pengungsi Banjir di Konawe Utara Terkena Diare, Kebutuhan Air Bersih Mendesak

Sutopo menjelaskan  Perkembangan situasi per 9 Juni 2019, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara mengakibatkan 1.091 KK atau 4.198 jiwa mengungsi. 

Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa. Banjir ini juga mengakibatkan  72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam.

Di samping itu, kerusakan fasilitas umum teridentfikasi berupa jembatan, jalan, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan. BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut. 

Baca Lainnya : Eksploitasi Sumber Daya Alam Diduga Penyebab Banjir di Kabupaten Morowali

Jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera. Kerusakan bangunan lain berupa masjid 3 unit, puskesmas 2 unit dan pustu 2 unit. 

Merespon kondisi di wilayahnya, Bupati Konawe Utara telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019. 

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta pengaktifan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 10 Juni 2019 - 20:53

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: