Beras dan Bawang Merah Tercatat Deflasi Meski Inflasi Ramadan 2019 Tembus 0,68 Persen

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
10 Juni 2019   17:30

Komentar
Beras dan Bawang Merah Tercatat Deflasi Meski Inflasi Ramadan 2019 Tembus 0,68 Persen

Pedagang bawang merah (Foto : Trubus.id/Iman Putra)

Trubus.id -- - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi 0,68 Persen selama Mei 2019 yang disebabkan kenaikan harga pangan.  Dibalik  lompatan harga selama Ramadan, komoditas bawang merah berhasil menyumbangkan deflasi sebesar 0,04 persen pada Mei 2019. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, deflasi pada bawang merah disebabkan oleh panen raya di Brebes, Jawa Tengah dan Bima, sehingga harga bawang merah turun di 51 kota.

"Selain itu, beras juga menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen, hanya beras jenis rendah yang harganya naik., " jelas  Suhariyanto di Jakarta, Senin (10/6/2019). 

Baca Lainnya : Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Induk Kramatjati Terpantau Naik

Suhariyanto menambahkan, penurunan harga beras pada jenis premium dan medium terjadi di tingkat penggilingan. Harga beras di penggilingan pada Mei 2019 untuk medium turun 0,02 persen karena habis panen raya dibandingkan April dan premium juga turun 0,03 persen.

Data BPS juga menunjukan,  pada Mei 2019, harga beras jenis premium mencapai Rp9.462 per kg atau turun 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara harga beras jenis medium senilai Rp9.143 per kg atau turun 0,02 persen.

Sedangkan harga beras jenis rendah pada Mei 2019 tercatat senilai Rp8.953 per kg atau naik 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Selama periode Mei 2018 sampai Mei 2019, rata-rata harga beras tertinggi di penggilingan untuk semua kualitas, yaitu premium, medium, rendah masing-masing Rp10.111 per kg, Rp9.903 per kg, Rp9.536 per kg. 

Ia menambahkan dari pengamatan keseluruhan 81 kota, deflasi hanya  terjadi di Merauke, Papua. Hal tersebut disebabkan karena harga komoditas sayuran dan harga beras.

Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Tual, Maluku, sebesar 2,91 persen yang disebabkan oleh kenaikan berbagai jenis ikan dan angkutan udara.

BPS juga mencatat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei sebesar 102,61 atau naik 0,38% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 102,23. Kenaikan NTP utamanya didorong oleh subsektor hortikultura.

Baca Lainnya : Panen Bawang Merah Melimpah, Petani Sidomulyo Senyum Semringah 

 

Secara rinci, subsektor hortikultura meningkat 1,42% menjadi 102,41, tanaman perkebunan rakyat naik 0,43% menjadi 96,02; peternakan naik 0,83% menjadi 107,73, dan perikanan naik 0,37 menjadi 106,61.
 

Pada subsektor perikanan, NTP nelayan naik 0,54% menjadi 113,08 sementara pembudidaya ikan naik 0,23% menjadi 101,99. 

"Subsektor tanaman pangan menurun 0,55% menjadi 103,46," Ucap Suhariyanto.  

[NN]

 


 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 10 Juni 2019 - 20:53

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: