Koperasi Kakao Bali Berhasil Tembus Pasar Eropa dan Asia

TrubusNews
Thomas Aquinus
09 Juni 2019   18:00 WIB

Komentar
Koperasi Kakao Bali Berhasil Tembus Pasar Eropa dan Asia

Ilustrasi petani kakao (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) di Desa Nusasari, di Kabupaten Jembrana, Bali, yang produksi utamanya berupa kakao berhasil menembus pasar cokelat dunia seperti Eropa (Prancis, Finlandia) dan Asia (Jepang). 

Ketua Koperasi KSS Ketut Wiadnyana mengungkapkan, komoditas kakao produksi para petani di Bumi Mekepung itu bahkan telah mendapat pengakuan dari lembaga uji mutu internasional.

Sebelumnya, Koperasi KSS berdiri dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga, meningkatkan produktivitas, dan kesejahteraan petani.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Ungkap 3 Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi

Dampaknya, pada tahun 2018 omzet KKS sudah mencapai Rp1,82 miliar, meningkat dari Rp1,75 miliar pada tahun 2017.

Ketut Wiadnyana menyampaikan, pengembangan koperasi yang berdiri tahun 2006 ini tidak mudah, pernah jatuh karena buah kakao di lahan seluas 600 ha diserang hama yang menyebabkan kerugian besar.

"Tapi kami tidak ingin membiarkan koperasi terpuruk karena masalah tersebut. Maka, harus ada semangat perubahan sehingga koperasi terus maju,” kata Ketut Wiadnyana dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya : Kualitas Koperasi di Kalteng Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir

Upaya melakukan perbaikan mutu dan target menembus pasar ekspor mendorong Koperasi KSS meningkatkan kompetensi dengan kerap mengikuti bimbingan teknis dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). 

Selain itu, koperasi KSS juga mengikuti program Kakao Lestari yang berujung diraihnya sertifikat UTZ pertama di Indonesia, yaitu serifikasi halal kakao berkelanjutan yang diakui secara internasional.

“Sertifikasi UTZ yang mengadopsi sistem berkelanjutan, mampu menempatkan posisi tawar kakao semakin kuat dalam mata rantai produksi sampai dengan pemasaran,” ujar Ketut seperti dikutip Antaranews.

Baca Lainnya : Koperasi Indonesia Alami Kemajuan Besar

Bahkan, biji kakao fermentasi dari Jembrana ini juga mendapatkan pengakuan “Cacao Of Excellence” yang diselenggarakan oleh Biodiversity International yang didukung oleh Salon Du Chocolat di Paris pada 2017.

Saat ini, koperasi KSS memiliki luas lahan sebesar 619 ha yang dikelola oleh koperasi dengan menargetkan produksi pada tahun ini sebanyak 75-100 ton. Koperasi KSS juga melakukan kerja sama bidang pemasaran dengan PT Cau Coklat Internasional yang merupakan mitra pembeli kakao fermentasi bersertifikat organik.

Dari hasil kerja sama tersebut, pada 2018, PT Cau Coklat Internasional menjamin tersedianya pasar yang berkelanjutan bagi biji kopi fermentasi yang dihasilkan oleh Koperasi Kakao Kerta Samaya Samaniya.

Kini, Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya menjadi koperasi kebanggaan bagi daerah Jembrana, Bali yang berbasis kemasyarakatan dan gotong royong. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: