Usai Diterjang 2 Topan Tropis Dahsyat, Mozambik Butuh Dana Rp46 Triliun untuk Pemulihan

TrubusNews
Syahroni
07 Juni 2019   14:31 WIB

Komentar
Usai Diterjang 2 Topan Tropis Dahsyat, Mozambik Butuh Dana Rp46 Triliun untuk Pemulihan

Dampak terjangan Topan Kenneth di Mozambik Maret silam. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Da topan tropis meluluhlantakkan Mozambik awal tahun ini. Topan Idai dan Topan Kenneth dilaporkan telah menewaskan lebih dari 650 orang di Mozambik dan ratusan lainnya di Zimbbabwe dan Malawi kala itu.

Tak hanya merenggut korban jiwa, kedua topan tropis ini juga merusak ribuan rumah dan bangunan. Karena itu dibutuhkan dana yang sangat besar untuk pemulihannya.

Dilansir dari Time.com, Pemerintah Mozambik mengatakan pihaknya memerlukan dana hingga US$ 3,2 miliar atau setara Rp46 triliun untuk memulihkan kondisi negara mereka yang porak poranda karena terjangan kedua topan tersebut. 

Baca Lainnya : 66 Tewas Serta 5.756 Rumah Hancur Akibat Banjir Bandang di Mozambik

Bencana beruntun yang menewaskan ratusan orang itu juga disebut meningkatkan kekhawatiran tentang dampak perubahan iklim terhadap banyak negara pesisir, demikian lapor penilaian bersama oleh Bank Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa.

Sementara itu, beberapa pekerja bantuan mengaku khawatir bahwa dampak terburuk masih bisa terjadi di kemudian hari.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, bahwa dua topan tropis melanda Mozambik dalam satu musim. Pesisir negara itu dan 2.400 kilometer garis pantai di sekitarnya --yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia-- adalah salah satu yang paling rentan terdampak pemanasan global.

Menurut beberapa pengamat, hantaman topan akan memperburuk kemiskinan di Mozambik dan negara-negara pesisir Afrika Timur lainnya, di mana proses pemulihannya akan "sangat menantang".

Baca Lainnya : Diterjang Topan Kenneth, 5 Tewas dan Ribuan Warga Mozambik Dievakuasi

"Semakin memburuk seiring berjalannya waktu," kata Mahmoud Shabeeb, juru bicara organisasi bantuan CARE, seraya menambahkan bahwa kemungkinan panen berikutnya berisiko di bawah 50 persen.

Topan Idai yang menghantam pada pertengahan Maret membawa banjir meluas, sehingga membuat banyak penduduk terpaksa bertahan semampunya di atap rumah selama berhari-hari. Bencana tersebut juga melintasi wilayah tengah Mozambik, yang dikenal sebagai lumbung tanaman negara tersebut, sehingga kemudian berdampak buruk pada potensi panennya.

Selang enam pekan kemudian, Topan Kenneth tiba di provinsi paling utara Cabo Delgado, mengejutkan penduduk setempat yang belum pernah mengalami badai begitu dahsyat. Gelombang panjang menghancurkan komunitas pesisir, dan beberapa daerah masih sulit atau tidak mungkin dijangkau petugas penyelamat. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: