Dampak MJO, BMKG Imbau Warga dan Operator Angkutan Lebaran Waspadai Cuaca Buruk

TrubusNews
Syahroni
03 Juni 2019   08:00 WIB

Komentar
Dampak MJO, BMKG Imbau Warga dan Operator Angkutan Lebaran Waspadai Cuaca Buruk

Ilustrasi (Foto : Pixabay/ Chriswolf)

Trubus.id -- Menurut pantauan kondisi atmosfer terkini yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat indikasi peningkatan kelembaban atomsfer di wilayah Indonesia. Disebutkan, pemicu utama yang menyebabkan hal ini adalah aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang mulai masuk wilayah Samudera Hindia.

Untuk itu, BMKG mengingatkan warga dan operator angkutan lebaran akan adanya potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disampaikan Kepala BMKG Gorontalo, Nurhuda merilis peringatan yang dikeluarkan Deputi Bidang Meteorologi, R Mulyono Prabowo, Minggu (2/6). 

“Kondisi ini dapat menimbulkan adanya daerah pusaran angin, pertemuan angin, dan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Nurhuda. 

Baca Lainnya : Cuaca Buruk Hentikan Rute Pelayaran Meulaboh-Sinabang

Dari analisa BMKG, diprakirakan pada periode Sabtu (1/5/2019)-Rabu (5/6/2019) potensi terjadi hujan lebat, terjadi beberapa tempat, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua. 

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga memprakirakan adanya potensi angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat, NTT, Maluku, dan Papua. 

Sementara itu, terkait aktivitas pelayaran, diprakirakan ketinggian gelombang akan mengalami peningkatan lebih dari 2,5 meter di beberapa wilayah. 

Ketinggian Gelombang 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan selatan Rotte–Kupang, perairan barat Aceh, Laut Sawu, perairan barat Simeulue- Kepulauan Mentawai, Laut Timor selatan NTT, Perairan Bengkulu-Enggano, Samudera Hindia selatan Bali-NTT, Perairan barat Lampung. 

Baca Lainnya : Massa Udara Basah Pengaruhi Cuaca Ekstrem dalam Tiga Hari ke Depan, Berikut Sebaran Wilayahnya

Lalu, perairan timur Kepulauan Wakatobi, Samudera Hindia barat Aceh- Kepulauan Mentawai, Laut Banda bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Kepulauan Letti-Tanimbar, perairan selatan Jawa-Sumbawa, perairan selatan Kepulauan Kei-Aru, Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan, Laut Arafuru, perairan selatan Sumba-Sawu.  

"Ketinggian Gelombang 4- 6 meter dapat terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa," ujar Nurhuda lagi.

Karena itu BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: