Libur Lebaran, Pemkab Gunungkidul Minta Pedagang di Objek Wisata Tak Banderol Harga Mahal

TrubusNews
Astri Sofyanti
31 Mei 2019   10:30 WIB

Komentar
Libur Lebaran, Pemkab Gunungkidul Minta Pedagang di Objek Wisata Tak Banderol Harga Mahal

Pantai Pok Tunggal salah satu objek wisata di Gunungkidul (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki libur Lebaran 2019, jalu-jalur mudik akan sudah mulai dipadati oleh masyarakat yang menuju ke kampung halaman. Selain mudik ke kampung halaman, biasanya masyarakat akan mengunjungi objek wisata untuk mengisi libur Lebaran selama berada di kampung halaman.

Ketika libur Lebaran, obek-objek wisata biasanya akan dipadati oleh masyarakat. Momentum ini  terkadang dimanfaatkan oleh pedagang setempat menbanderol harga yang lebih mahal.

Guna mengantisipasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Yogyakarta mengingatkan para pedagang di berbagai objek wisata tidak memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk meraup keuntungan dengan menaikkan harga barang jualannya. Cara ini dilakukan agar tidak merusak citra pariwisata di suatu wilayah.

Baca Lainnya : 10 Destinasi Unggulan Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran di Solok

“Kami sudah mengedarkan surat agar pada pedagang tidak memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk menaikkan harga barang jualannya. Kami meminta pedagang untuk memasang daftar harga yang jelas pada barang yang dijual,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengutip Antaranews, Jumat (31/5).

Lebih lanjut diakui Asti, pedagang yang memajang daftar harga pada barang yang dijual akan memudahkan wisatawan untuk membeli barang yang dinginkan. Pasalnya, banyak kasus pedagang mematok harga tinggi dengan tidak mencantumkan harga pada barang jualannya.

Baca Lainnya : Pemprov NTB Evaluasi Pembukaan Gunung Rinjani Setelah Lebaran

“Dengan harga yang jelas, wisatawan bisa langsung melihat,” tambahnya lagi.

Sebagai informasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kunjungan 172 ribu wisatawan pada libur Lebaran 2019. Dari jumlah itu, diharapkan bisa mendulang pendapatan asli daerah (PAD) Rp1,3 miliar. Target tersebut lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya, yakni 430 ribu kunjungan wisatawan dengan PAD Rp3,4 miliar. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: