4 Pemburu Harimau dan Lumba-lumba Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

TrubusNews
Syahroni
30 Mei 2019   23:00 WIB

Komentar
4 Pemburu Harimau dan Lumba-lumba Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

Lumba-lumba Irrawaddy yang dilindungi. (Foto : The Epooch Times)

Trubus.id -- Empat pemburu yang kerap menarget harimau dan lumba-lumba, tewas dalam baku tembak dengan polisi di hutan bakau yang lebat di Bangladesh, Rabu (29/5). Hutan bakau di Bangladesh, yang dikenal sebagai Sundarbans, terletak di delta sungai terbesar di dunia dan merupakan rumah bagi beragam keanekaragaman satwa liar, termasuk harimau dan lumba-lumba.

Hutan-hutan itu adalah situs warisan dunia UNESCO tetapi juga diketahui penuh sesak dengan para pelaku pembunuhan, penculikan, dan juga perburuan liar, lapor Agence France-Presse (AFP). Batalyon Aksi Cepat (RAB) Bangladesh menewaskan empat pemburu bersenjata pada hari Rabu, kata Mizanur Rahman, seorang juru bicara RAB.

"Personel RAB menantang para pemburu yang dicurigai, yang menembaki pasukan keamanan, memicu pertempuran senjata, di mana empat orang tewas," kata juru bicara itu, menurut Press Trust of India.

Baca Lainnya : Pukuli Harimau Tak Berdaya dengan Tangan Kosong, Pemburu Ini Diringkus Polisi

Para pemburu gelap berada di atas kapal dan menembaki RAB yang merupakan unit anti-kejahatan dan anti-terorisme negara tersebut. Mereka yang terbunuh diidentifikasi sebagai anggota geng yang diketahui aktif dalam perburuan harimau Bengal dan lumba-lumba Irrawaddy, kata pejabat RAB Tajul Islam kepada AFP.

Harimau Bengal adalah sub-spesies harimau yang ditemukan terutama di India dan di beberapa daerah di Bangladesh, Nepal, Bhutan, Cina, dan Myanmar. Diperkirakan hanya tersisa 2.500 di dunia saat ini, menurut World Wild Life.

Sementara itu, lumba-lumba Irrawaddy adalah spesies lumba-lumba samudera yang ditemukan di pesisir laut dan muara Teluk Bengal dan Asia Tenggara.

Menurut laporan media, 120 orang telah tewas dalam berbagai bentrokan dengan RAB di Sunderbans sejak 2004, sementara 400 orang telah ditangkap dari sekitar berbagai lokasi di hutan.

Baca Lainnya : 3 Pemburu Harimau Sumatera Diringkus Saat Pasang Jerat di Hutan Seluma

Hutan memiliki populasi 440 harimau pada tahun 2004, dan ini berkurang menjadi 106 pada tahun 2015, menurut AFP.

“Kami sedang berusaha menjaga jumlah harimau saat ini. Jika kita berhasil, jumlah mereka akan meningkat,” terang Konservator Hutan Departemen Kehutanan Bangladesh, Zahidul Kabir mengatakan kepada Dhaka Tribun.

Dalam 38 tahun terakhir, 74 harimau dilaporkan mati di Sunderbans, menurut Dhaka Tribune. Beberapa meninggal selama bencana alam sedangkan yang lainnya dibunuh oleh pemburu liar. Laporan itu juga mengatakan bahwa para pemimpin perburuan liar belum ditangkap.

Mantan pelestari hutan dan margasatwa, Tapan Kumar Dey, mengatakan kepada media bahwa 330 orang kehilangan nyawa karena serangan harimau dalam 18 tahun terakhir. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: