Dengan Cangkang Kemiri, 2 Mahasiswa USU Ciptakan Bantalan Rem Ramah Lingkungan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
30 Mei 2019   15:00

Komentar
Dengan Cangkang Kemiri, 2 Mahasiswa USU Ciptakan Bantalan Rem Ramah Lingkungan

Winelda Mahfud Zaidan Haris dan Wahid Nurhayat, pencipta bantalan rem berbahan dasar cangkang kemiri. (Foto : Doc Jakarta Post/ Apriadi Gunawan)

Trubus.id -- Raihan gemilang ditorehkan 2 mahasiswa dari Unuversitas Sumatera Utara (USU) di ajang Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (the Salon Archimedes) ke-22 di Rusia. Dengan bermodalkan cangkang kemiri, kedua mahasiswa ini membuat bantalan rem ramah lingkungan.

Dengan inovasi itu, kedua mahasiswa bernama Winelda Mahfud Zaidan Haris dan Wahid Nurhayat menyabet tiga medali emas dan sebuah piala dalam kompetisi yang melibatkan peserta dari 38 negara tersebut. Winelda mengatakan dia senang bahwa produk inovatif mereka, yang dinamai "rem biodisc", telah menarik perhatian investor asing.

"Beberapa negara, termasuk Arab Saudi dan Thailand, telah menawarkan untuk membeli lisensi dan hak paten rem biodisc, tetapi kami harus menolak tawaran itu karena kami yakin produk tersebut dapat diproduksi di Indonesia," kata Winelda seperti dikutip oleh The Jakarta Post.

Dia mengatakan penemuan biodisc milik mereka adalah bantalan rem untuk kendaraan roda dua dan bahwa mereka terbuat dari cangkang kemiri yang tidak memiliki dampak negatif pada pengguna dan lingkungannya. Dia menjelaskan bahwa beberapa bantalan rem mengandung asbes, yang diketahui menyebabkan kanker paru-paru.

“Itulah sebabnya kami memilih cangkang kemiri sebagai bahan utama rem biodisc, karena ramah lingkungan,” kata Winelda, yang mendaftar di sekolah kedokteran gigi USU pada 2015. 

Penggunaan kemiri dalam produk ini juga membuatnya bertahan lebih lama. Teman sekelompok Winelda, Wahid Nurhayat, mengatakan bahwa rem biodisc telah mengalami proses seleksi di lima negara, hingga akhirnya mencapai tahap kompetisi di Rusia pada akhir Maret silam.

Wahid mengatakan bahwa sejumlah bantalan rem akan diproduksi dengan dukungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Dia mengatakan 2.000 buah rem biodisc akan diproduksi pada fase pertama.

“Kami akan menjualnya masing-masing seharga Rp35.000. [Itu] lebih murah Rp10.000 daripada bantalan rem konvensional,” kata mahasiswa Fakultas Matematika dan Sains USU itu. 

Dia mengatakan bahwa di masa depan dia akan mencari perusahaan Indonesia yang bersedia memproduksi rem biodisc secara massal untuk pasar lokal dan internasional. Sementara itu, Wakil rektor USU, Rosmayati mengatakan bahwa pihak universitas siap untuk mendirikan sebuah perusahaan untuk membantu pembuatan produk inovatif. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 30 Mei 2019 - 19:31

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: