Mangrove Tergerus, 4 Pulau Terluar Indonesia di Riau Terancam Hilang

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
29 Mei 2019   06:00

Komentar
Mangrove Tergerus, 4 Pulau Terluar Indonesia di Riau Terancam Hilang

Ilustrasi Mangrove (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melaporkan bahwa empat pulau terluar di Provinsi Riau mengalami abrasi dengan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan. Hal tersebut mempersulit langkah pemerintah yang sedang berusaha mengklaim landas kontinen seluas 196.568,9 km di luar perairan utara Papua ke PBB. 

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa (SDAJ) Kemenko Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengemukakan meminta masukan dari para akademisi dan pemangku kepentingan dari Kementerian dan Lembaga terkait mengenai langkah-langkah perbaikannya.

Pemerintah segera menyusun langkah untuk menanggulangi abrasi parah yang kini terjadi di empat pulau terluar RI di kawasan Provinsi Riau.

Baca Lainnya : Hadang Kerusakan Meluas, MERA Restorasi Mangrove di Pesisir Jakarta

“Awalnya karena kita berbicara tentang mangrove, yang sebagian besar sekitar 52% di Indonesia hilang atau rusak, kemudian kita buat cluster di seluruh Indonesia ini agar ada rehabilitasi mangrove-nya,” ujar Agung dalam rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (28/5). 

Agung menjelaskan dari penyusunan cluster tersebut, terungkap sebuah permasalahan besar yang melanda Provinsi Riau, bahwa kerusakan mangrove tidak hanya sebatas kerusakan lingkungan melainkan ancaman terhadap kedaulatan negara. 

“Ternyata masalahnya tidak hanya masalah ekosistem atau lingkungan tetapi ada masalah kedaulatan karena mangrove-nya rusak, tanahnya pun terkena abrasi sehingga dikhawatirkan batas negara kita bergeser apalagi wilayah itu berbatasan dengan Selat Malaka, Malaysia dan Singapura,” beber Deputi Agung.

Tentang berkurangnya garis pantai karena abrasi ini, dia mencontohkan bahwa di Pulau Rangsang, wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, jumlah yang hilang telah mencapai 1 km.

Baca Lainnya : Lawan Perubahan Iklim, Iriana Jokowi Gerakan Ibu-ibu Tanam 1 Juta Mangrove

Dari data yang ada, di pulau Rangsang laju kerusakan pantai berkisar antara 6,6 meter sampai 8,9 meter per tahun dan ini sudah terjadi selama puluhan tahun. 

Targetnya, ditambahkan Agung, rakor yang diikuti oleh akademisi dari ITB, UGM, IPB, pejabat Kementerian PUPR, KLHK, KKP, Kemenritekdikti, Kementerian ATR/BPN, LAPAN, Pushidrosal, serta pejabat dari pemerintah Provinsi Riau dapat menghasilkan beberapa masukan. 

Masukan tersebut antara lain data rinci wilayah yang rusak, penyiapan teknologi pemecah ombak, implementasi teknologi pemecah ombak, rehabilitasi mangrove, perlindungan existing mangrove dan pemberdayaan masyarakat berbasis mangrove.

“Dan Pak Menko sangat concern dengan kerusakan mangrove serta abrasi yang mengakibatkan hilangnya garis pantai di Pulau Batu Mandi, Pulau Rupat, Pulau Rangsang dan Pulau Bengkalis,” jelas Deputi Agung. Hasil rakor hari ini, tambahnya, akan dibahas dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan pada tanggal 11 Juni 2019.

Baca Lainnya : Miris, Kawasan Konservasi Mangrove di Bekasi Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar meminta agar para pakar dapat memberikan masukan ilmiah berdasarkan kajian yang komprehensif.

"Pulau pulau ini berbeda karakteristiknya. Misalnya Pulau Rangsang yang tidak ada pasirnya. Kalau di Bengkalis ada pasirnya. Oleh karena itu saya sepakat agar perlakuannya tidak bisa disamakan," katanya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: