Pendaki Meninggal Akibat Antrean Panjang Menuju Puncak Gunung Everest

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
27 Mei 2019   08:00

Komentar
Pendaki Meninggal Akibat Antrean Panjang Menuju Puncak Gunung Everest

Kemacetan para pendaki menuju puncak Gunung Everest (Foto : Getty Images)

Trubus.id -- Antrean panjang para turis pendaki menuju puncak Everest akhirnya menelan korban jiwa. Tiga pendaki asal India, termasuk dua wanita telah tewas akibat kelelahan saat turun dari lereng Gunung Everest. Lebih dari 120 pendaki menuju puncak Everest pada Kamis (23/5),dan harus antre panjang di lereng gunung yang memicu kelelahan, dehidrasi dan kematian.

Dengan tewasnya 3 pendaki asal India tersebut, maka selama musim pendakian tahun ini, total 15 pendaki tewas atau hilang. Nihal Ashpak Bagwan (27), dari kota Pune di barat India, dan Anjali Sharad Kulkarni (54) dari Mumbai, India, tewas saat turun dari puncak setinggi 8.850 meter tersebut.

“Bagwan meninggal akibat dehidrasi dan kelelahan setelah terjebak kemacetan para pendaki,” ujar Keshab paudel dari Peak Promotion yang menangani logistik para pendaki seperti dilaporkan AFP.

Baca Lainnya : Tinggi Everest Diprediksi Menyusut, Nepal Terjunkan Tim Ekspedisi untuk Mengukur Ulang

Bagian terakhir dari perjalanan para pendaki menuju puncak adalah kemacetan lalu lintas karena cuaca yang baik. Sementara itu, rute yang tersumbat akibat dari  250 hingga 300 orang di sepanjang tebing menyebabkan penundaan sekitar tiga jam.

"Saya pernah mengalami hambatan di gunung-gunung sebelumnya tetapi tidak sebanyak ini pada ketinggian seperti ini," ujar Nirmal Purja, seorang pendaki yang memotret pemandangan itu, dalam sebuah pesan. Jika cuaca telah berubah, katanya, "itu bisa menjadi bencana nyata," seperti dilaporkan New York Times.

Lhakpa Sherpa dari agensi pendakian Arun Treks and Expeditions mengungkapkan, kliennya Kulkarni meninggal dunia karena lelah saat turun ke Kamp IV di South Col of Everest. Kematian itu dikonfirmasi oleh Mira Acharya, departemen pariwisata Nepal. Acharya menambahkan bahwa Kalpana Das, 49, dari negara bagian Odisha, India, juga tewas pada Kamis (23/5) saat turun dari puncak.

Namun, penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. Sebelumnya, jumlah korban tewas atau hilang di Gunung Everest mencapai enam orang pada pekan lalu. Nepal mengeluarkan izin untuk 379 pendaki di Everest setiap musim pendakian yang berakhir bulan ini. Para petugas pendakian menjelaskan antara lima dan sepuluh pendaki tewas di Gunung Everest setiap tahun.

Total 15 pendaki tewas atau meninggal dunia di beberapa puncak berbeda di Himalaya di Nepal, sejak awal musim pendakian pada Maret. Dari para korban tewas itu termasuk tujuh warga India. Seorang pendaki asal Swiss bernama Ernst meninggal dunia di ketinggian 8.600 meter di pegunungan sisi Tibet pada Kamis (23/5), menurut blogger Everest Alan Arnette yang menyebut operator asal Swiss, Kobler & Partner.

Baca Lainnya : Nepal Kerahkan Tim Ekspedisi Pendakian untuk Angkut Jenazah dan Sampah di Gunung Everest

“Angin berubah, ditambah rute-rute yang sangat padat di kedua sisi, akibat sedikitnya jendela cuaca puncak pada musim semi ini,” ujar Arnette di blognya.

Peristiwa ini terjadi di tengah musim terpadat pendakian di Everest. Kebanyakan pendakian dilakukan antara April hingga akhir Mei karena cuacanya mendukung untuk melakukan pendakian yang tenang tanpa badai.

Untuk musim pendakian kali ini Nepal mengeluarkan izin bagi 381 pendaki Everest. Untuk penerbitan izin itu, pendaki mengeluarkan uang hingga USD 11 ribu, hampir Rp 160 juta.

Jumlah pendaki itu belum termasuk Sherpa atau pemandu Everest dari Nepal. Jadi jumlah total pendaki yang memadati Everest di musim kali ini mencapai lebih dari 750 orang.  [NN]

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: