Palung Terdalam di Dunia Terkontaminasi Oleh Sampah

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
26 Mei 2019   19:00

Komentar
Palung Terdalam di Dunia Terkontaminasi Oleh Sampah

Palung Mariana di Samudera Pasifik (Foto : ATLANTIC PRODUCTIONS FOR DISC)

Trubus.id -- Seorang penjelajah asal Amerika Serikat (AS) mengungkapkan telah menemukan kantong plastik di dasar laut saat memecahkan rekor penyelaman terdalam. Adalah Victor Vescovo yang berhasil turun sejauh hampir 11 kilometer ke lokasi terdalam di lautan, yaitu Palung Mariana di Samudera Pasifik.

Victor menghabiskan waktu selama empat jam menjelajah dasar palung dengan menumpang kapal selam yang dirancang khusus untuk menahan tekanan laut dalam. Di lokasi tersebut, dirinya tak hanya menemukan sejumlah makhluk laut, namun juga kantong plastik.

Setelah keberhasilan Victor ke palung terdalam di bumi, maka ini adalah ketiga kalinya manusia mampu mencapai kedalaman ekstrem di laut.

Victor Vescovo, pensiunan perwira angkatan laut dan investor asal Texas menyampaikan, dia melihat sampah ketika menyelam hampir 10.928 meter ke titik terdalam Palung Mariana di Samudra Pasifik, yang merupakan tempat terdalam di bumi. Saat itu dirinya juga melihat benda logam atau plastik, salah satunya dengan tulisan di atasnya.

Baca Lainnya : Panas, Bisnis Daur Ulang Sampah Picu Ketegangan Pemerintah Filipina dan Kanada 

"Sangat mengecewakan melihat kontaminasi manusia yang nyata di titik terdalam di lautan," ujarnya, seperti dilaporkan ABC News dan BBC beberapa waktu lalu.

Bagi kapal selam yang memiliki sejumlah keterbatasan, untuk sampai di kedalaman Palung Mariana merupakan suatu tantangan tersendiri. 

"Pengalaman itu luar biasa, sebuah penyelaman yang menakjubkan - hampir selama 12 jam - tiga setengah jam turun, empat jam berada di bawah laut, waktu terlama bagi siapa pun yang pernah berada pada kedalaman Challenger Deep. Lalu kira-kira empat jam naik lagi ke permukaan laut. Hampir semua baterai listrik saya habis dan harus bertukar baterai sana-sini," ujarnya.

Ekspedisi tersebut adalah gagasan penjelajah Victor Vescovo yang berusaha memetakan beberapa tempat terdalam di dunia. Dalam tiga pekan terakhir, tim ekspedisi Five Deeps Expedition melakukan empat penyelaman di Palung Mariana dengan kapal selam Vescovo -DSV Limiting Factor- untuk mengumpulkan sampel biologis dan batuan.

Baca Lainnya : Kebanjiran Sampah, Malaysia Akan Kembalikan Limbah Impor ke Negara Asalnya

Menurut Five Deeps Expedition, tim peneliti mereka mengidentifikasi setidaknya tiga spesies hewan laut baru selama rangkaian penyelaman, yang juga menyelam ke dasar lautan India, Selatan, dan Atlantik.

Vescovo dan timnya meyakini, mereka menemukan empat spesies baru sejenis udang di dasar Challenger Deep, Palung Mariana, yang bernama amphipod; menyaksikan cacing sendok di kedalaman 7.000 meter, serta snailfish merah jambu pada kedalaman 8.000 meter.

Mereka juga menemukan bebatuan cadas berwarna cerah, yang kemungkinan diciptakan mikroba di dasar laut, sekaligus mengambil sejumlah sampel batu pada dasar laut.

Baca Lainnya : Pemerintah Jepang Diminta Selesaikan Masalah Tata Kelola Citarum dan Sampah

Apa yang dilihat Vescovo, bukanlah suatu pemandangan tandus, melainkan sesuatu hal yang baru, penuh dengan spesies ikan yang unik, dan bebatuan yang ditutupi sejumlah makhluk hidup yang belum pernah merasakan sinar matahari.

"Kami benar-benar melihat sekumpulan bakteri, menunjukkan adanya kehidupan di permukaan bebatuan dan energinya diperoleh bukan dari fotosintesis, sebagaimana semua energi yang diperoleh di permukaan bumi. Mereka mendapatkannya dari gas metan dan mineral di dalam bebatuan bawah laut itu sendiri. Namanya 'chemosynthesis' ... suatu bentuk kehidupan yang berbeda,” imbuh Penjelajah Five Deep Expedition itu.

Sebelum Vescovo, penyelaman pertama ke dasar Palung Mariana dilakukan pada 1960, ketika Letnan Angkatan Laut AS, Don Walsh, dan insinyur asal Swiss, Jacques Piccard, menumpang kapal selam bernama Trieste.

Don Walsh, yang merupakan satu dari dua manusia pertama yang menjelajah Palung Mariana, turut menyaksikan aksi Vescovo saat mengekplorasi Palung Mariana dari atas kapal.

Baca Lainnya : 238 Ton Sampah Plastik Cemari Sebuah Pulau Terpencil di Samudera Hindia

"Saya memberi salut kepada Victor Vescovo dan timnya yang hebat atas rampungnya penjelajahan mereka yang bersejarah ke dalam Palung Mariana," ujar Walsh.

"Enam dekade lalu, saya dan Jacques Piccard adalah yang penyelam pertama di lautan terdalam. Kini, pada usia senja, saya sungguh terhormat diundang dalam ekspedisi ke tempat saya sewaktu masih muda," papar Walsh seperti dikutp dari inews.

Lalu pada 2012, pembuat film dan sutradara film kenamaan asal Kanada, James Cameron, menggunakan kapal selam hijau untuk menjelajah Palung Mariana. Dia menjadi yang terakhir mengunjungi Palung Mariana dan mencapai kedalaman 10.908 meter.

Victor Vescovo yang mencapai kedalaman 10.927 meter di bawah permukaan air pada tahun 2019 berhasil memecahkan rekor penyelaman paling dalam dengan selisih 11 meter. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: