Percepatan Komoditas Ekspor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

TrubusNews
Thomas Aquinus
26 Mei 2019   14:15 WIB

Komentar
Percepatan Komoditas Ekspor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero mengungkapkan, percepatan ekspor komoditas pertanian di Kalbar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Akselerasi ekspor komoditas pertanian di Kalbar melalui Pos Lintas Batas Negara atau (PLBN) Entikong dan Pelindo II akan menjadi satu di antara sumber pertumbuhan ekonomi di Kalbar, terutama pendapatan petani dan rantai dari aktivitas ekspor terkait," kata Heronimus di Pontianak seperti dilansir dari kantor berita Antara, Minggu (26/5).

Hero menambahkan, komoditas pertanian Kalbar memiliki potensi yang diminati hingga luar negeri. Adapun komoditas yang diminati meliputi produk olahan kelapa, lada, buah mengkudu, pinang, pisang jeruk, jengkol siam, jeruk kasturi, keranji dan masih banyak lagi.

Baca Lainnya : Program Serasi Mengandalkan Alat Mesin Pertanian

"Kemudian tujuan ekspor juga semakin banyak di antaranya Chinna, Hongkong, Brazil, India, Bangladesh, Arab Saudi dan lainnya," katanya.

Menurutnya, akselerasi ekspor komoditas pertanian di Kalbar sejalan dengan kebijakan Presiden RI yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

"Komoditas pertanian harus dipercepat. Melalui ekspor maka komoditas pertanian Indonesia di konsumsi oleh dunia," ujarnya.

Sesuai instruksi Kepala Badan Karantina Pertanian RI komoditi pertanian yang di ekspor minimal harus produk setengah jadi atau yang sudah mengalami pengolahan.

Baca Lainnya : Jelang Lebaran, Kementan dan TNI AL Lakukan Patroli Laut Pengawasan Komoditas Pertanian

"Dengan produk setengah jadi sehingga ada nilai tambah dan memberikan dampak yang luas bagi pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja serta lainnya," terangnya.

Untuk daerah perbatasan, PLBN Entikong sebenarnya masih dalam Border Trade Agreement (BTA). Hanya saja saat ini sudah ada kerjasama data antara Bea Cukai dan Balai Karentina.

"Dengan kerja sama yang ada semua perdagangan tercatat," katanya.

Nilai ekspor komoditas pertanian Kalbar pada 2018 lalu sudah cukup tinggi yaitu sekitar Rp2,8 triliun.

Baca Lainnya : Badan Karantina Pertanian Capai Kesepakatan dengan Otoritas Serawak

"Nilai ekspor kita relatif tinggi mengingat infrastruktur pelabuhan Kalbar yang belum memadai. Apalagi nanti resmi Pelabuhan Kijing, tentu akan jauh lebih maksimal," terangnya.

Saat ini, tercatat sudah ada 80 eksportir produk pertanian Kalbar pada tahun 2018

"Harapannya jumlah eksportir yang ada terus meningkat dan terjadi pula peningkatan pada volume dan jenis komoditi pertanian yang di eksport pada tahun tahun mendatang," harapnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: