Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 77 Ribu Benih Lobster Seharga Rp11,5 M

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
25 Mei 2019   16:00

Komentar
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 77 Ribu Benih Lobster Seharga Rp11,5 M

Benih lobster selundupan. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Jajaran Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan bibit lobster senilai lebih dari Rp11,5 miliar di perairan Sungai Raja, Kota Dumai, Provinsi Riau. Dari pengungkapan kali ini, ada 2 jenis benih lobster yang disita yakni jenis mutiara yang terkenal dengan harganya yang cukup mahal dan jenis pasir. 

"Jumlah seluruhnya mencapai 77.000 ekor dengan kerugian negara Rp11,5 miliar," kata Direktur Polisi Perairan Polda Riau, Kombes Pol Badarudin di Pekanbaru, Jumat (24/5) kemarin.

Pengungkapan sendiri bermula saat petugas melakukan patroli rutin Kamis (23/5). Kemudian petugas melihat satu unit kapal kayu bermesin atau juga dikenal sebagai pompong tanpa nama mencurigakan berlayar di sekitar tempat kejadian perkara. Petugas pun langsung melakukan pengejaran. Tak butuh waktu lama, kapal berhasil disergap di perairan Sungai Sembilan.

Baca Lainnya : Duet KKP dan Polairud Sukses Gagalkan Penyelundupan Lobster Senilai Rp30,8 Miliar di Jambi

Saat diperiksa, petugas berhasil menangkap seorang pelaku yang tidak lain merupakan nakhoda kapal berinisial Am alias Ijal (35). Sementara seorang pelaku lainnya berinisial ME alias Edo, yang teridentifikasi sebagai pemilik belasan miliar rupiah baby lobster itu kabur dengan menceburkan diri ke laut seketika kedatangan petugas.

Badarudin mengatakan bayi lobster bernilai tinggi itu diduga kuat berasal dari wilayah Banten, Jawa Barat. Benih itu kemudian dibawa melalui jalur darat melintasi sejumlah provinsi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jambi hingga ke Riau. Sesampai di Riau, pelaku kemudian membawanya ke Kota Dumai untuk kemudian diselundupkan ke Malaysia.

Baca Lainnya : Pemerintah Gagalkan Penyeludupan 246.673 Ekor Benih Lobster Senilai Rp37 M

"Provinsi Riau hanyalah perlintasan penyelundupan. Kalau asalnya kita duga dari wilayah Pulau Jawa dan dari Banten," ujarnya.

Sementara itu tak lama setelah pengungkapan, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Pekanbaru berkoordinasi dengan BKIPM Yogyakarta untuk melepasliarkan benihyang masih segar itu di Pantai Baron, Gunungkidul. Pantai Baron dipilih sebagai tempat melepasliarkan benih lobster sesuai dengan saran dan persetujuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Sesuai arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lobster ini cocok hidup di daerah berair jernih dan berkarang seperti di pantai selatan Gunungkidul. Karena itu Pantai Baron dijadikan tempat untuk melepasliarkan benih lobster ini," ucap Kepala BKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman saat melepas benih, Sabtu (25/5) dinihari. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 25 Mei 2019 - 20:48

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: