Lagi, Harimau Sumatera Tewaskan Pekerja Perkebunan di Indragiri Hilir

TrubusNews
Syahroni
25 Mei 2019   10:00 WIB

Komentar
Lagi, Harimau Sumatera Tewaskan Pekerja Perkebunan di Indragiri Hilir

Ilustrasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Petaka menimpa Amri. Pekerja di perusahaan penanaman pohon akasia ini ditemukan tewas dengan kondisi tubuh penuh luka, Kamis (23/5) kemarin. Yang mengejutkan, korban tewas karena serangan harimau sumatera (Pantera tigris sumatrae).

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Ronny. Jumat (24/5) kemarian ia menerangkan, saat ini korban sudah dibawa ke Kalimantan Barat usai dilakukan visum.

Ronny menceritakan, konflik antara manusia dengan harimau Sumatera yang menewaskan Amri terjadi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Awalnya, korban bersama 8 rekannya berangkat ke kanal sekunder 41 PT RIA di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, pukul 06.30 WIB. Di sana, mereka memanen pohon akasia sebagai bahan bubur kertas.

Baca Lainnya : Seorang Warga Padang Lawas, Diduga Diserang Harimau Hingga Tewas

Di lokasi, korban dan delapan rekannya berpisah sambil membawa alat berat dan penebang kayu. Saat itulah, muncul seekor Harimau Sumatra dan langsung menyerang korban.

"Saat penyerangan teman korban tak mendengar karena suara mesin penebang," sebut Ronny.

Pukul 10.30 WIB, rekan-rekan korban kembali ke barak pekerja untuk beristirahat. Saat itulah diketahui korban hilang karena tak kunjung kembali setelah ditunggu setengah jam.

Rekan korban risau karena belakangan memang sering terdengar auman Harimau Sumatra di sekitar lokasi. Pencarian dilakukan menggunakan alat berat untuk menjaga keamanan.

"Saat mencari korban itu terlihat seekor harimau di tumpukan kayu yang sudah ditebang," terang Ronny.

Baca Lainnya : Harimau Kembali Teror Warga Teluk Meranti, Sejauh Ini Korbannya Baru Sapi

Tidak jauh dari lokasi penampakan Harimau Sumatera itu, terlihat korban tertelungkup di tanah. Alat berat digeser ke lokasi korban supaya harimau tadi menjauh. Setelah Datuk Belang itu pergi, barulah teman korban turun dari alat berat.

Korban lalu diperiksa, di mana temannya menemukan sejumlah luka di bagian tengkuk leher. Korban lalu dievakuasi ke klinik terdekat untuk mengobati luka dan supaya nyawanya terselamatkan.

"Hasil pemeriksaan medis, luka tak hanya di tengkuk dan leher. Kepala dan mata kanan korban juga ada luka," terang Ronny.

Kejadian ini sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Untuk sementara, polisi menghimbau aktivitas di kanal tersebut dihentikan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: