Gunung Merapi Alami Lima Kali Gempa Guguran dalam Enam Jam

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Mei 2019   11:30 WIB

Komentar
Gunung Merapi Alami Lima Kali Gempa Guguran dalam Enam Jam

Puncak Kawah Gunung Merapi (Foto : ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menginformasikan bahwa Gunung Merapi mengalami lima kali gempa guguran pada periode pengamatan pukul 00.00—06.00 WIB, Jumat (24/5).

Melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengungkapkan, lima kali gempa guguran amplitudonya 7—15 mm dan berlangsung 35.5—85.1 detik.

Dikatakan Hanik, selain gempa guguran, gunung api paling aktif di Indonesia ini terjadi satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 15 mm selama 48,1 detik.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan visual menunjukkan kawah gunung api paling aktif di Indonesia itu mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis setinggi 20 meter di atas puncak kawah gunung.

Baca Lainnya : Pendaki Amerika Serikat Meniggal Dunia Saat Mendaki Gunung Semeru 

Pada saat pengamatan, keadaan angin di Gunung Merapi bertiup lemah ke arah selatan dan barat, suhu udara 13—19.8 derajat celsius, kelembapan udara 58—87 persen, dan tekanan udara 629.2—709.5 mmHg.

Lebih lanjut Hanik mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis foto udara pada 4 Mei 2019 menunjukkan volume kubah lava Merapi 458.000 meter kubik. Sejak Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap karena sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Baca Lainnya : Status Gunung Sinabung Diturunkan dari Awas ke Siaga

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II (Waspada). Mengingat aktivitasnya masih terus berlangsung, BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian. Pendakian hanya dilakukan untuk penelitian dan mitigasi bencana.

“Kami mengimbau warga/wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan mengimbau warga sekitar kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan karena jarak luncur awan panas guguran Merapi semakin jauh,” pungkas Hanik. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: