Panas, Bisnis Daur Ulang Sampah Picu Ketegangan Pemerintah Filipina dan Kanada 

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
23 Mei 2019   12:30

Komentar
Panas, Bisnis Daur Ulang Sampah Picu Ketegangan Pemerintah Filipina dan Kanada 

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto : Masable SE ASIA)

Trubus.id -- Pemerintah Filipina merasa tertipu terhadap mitra kerja Kanada terkait bisnis daur ulang sampah plastik. Negeri Lumbung padi tersebut mengancam menarik sejumlah diplomat topnya dari Kanada pekan lalu.

"Jelas, Kanada tidak menganggap serius masalah ini atau negara kami. Rakyat Filipina sangat terhina terhadap Kanada yang memperlakukan negara ini sebagai tempat pembuangan sampah," kata Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melalui juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters, (22/5).

Ia memberikan konfirmasi bahwa 66 kontainer sampah di label bagian pengiriman tertulis sampah plastik untuk didaur ulang di Filipina. Tetapi, setelah dicek sampah dari Kanada ternyata berisi berbagai jenis sampah termasuk pembalut, surat kabar, dan botol minuman.

Baca Lainnya : Kebanjiran Sampah, Malaysia Akan Kembalikan Limbah Impor ke Negara Asalnya

Sikap tersebut dianggap sebgai bentuk pelecehan, sehingga Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memerintahkan kapal milik perusahaan swasta untuk membawa kembali 66 kontainer sampah ke Kanada setelah batas waktu yang disepakati terlewati.

Jika Kanada menolak sampah itu, Duterte memerintahkan pihak kapal untuk meninggalkan sampah itu di perairan Kanada.

Kanada menjelaskan, sampah sebanyak itu diekspor ke Filipina antara tahun 2013 dan 2014, sebagai transaksi komersial tanpa persetujuan pemerintah.

Kanada telah menyetujui untuk membawa pulang sampah tersebut. Kedua negara tengah dalam proses pengaturan pengiriman sampah.

Baca Lainnya : Pemerintah Jepang Diminta Selesaikan Masalah Tata Kelola Citarum dan Sampah

Namun Kanada melewati batas waktu yang ditentukan Manila yakni 15 Mei 2019 untuk mengambil sampah itu.

Pernyataan resmi pemerintah Kanada menjelaskan, pihaknya telah menyewa perusahaan logistik, Bollore Logistics Canada untuk membawa pulang sampah itu ke Kanada secepat mungkin.

"Pemindahan ini akan rampung pada akhir Juni karena sampah itu harus diolah dengan aman untuk memenuhi persyaratan keselamaan dan keehatan Kanada," kata pernyataan itu.

Baca Lainnya : 238 Ton Sampah Plastik Cemari Sebuah Pulau Terpencil di Samudera Hindia

Filipina sudah melayangkan protes diplomatik beberapa kali ke Kanada sejak pengadilan tahun 2016 memerintahkan agar sampah itu dikembalikan.


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: