7 Ternak di Gunungkidul Positif Terjangkit Antraks, 5 Mati Mendadak

TrubusNews
Syahroni
22 Mei 2019   21:30 WIB

Komentar
7 Ternak di Gunungkidul Positif Terjangkit Antraks, 5 Mati Mendadak

Ilustrasi pemusnahan sapi yang terkena antraks. (Foto : Tribunnews)

Trubus.id -- Warga di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul tengah resah. Hal ini terjadi usai 7 hewan ternak milik warga di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo dilaporkan positif terjangkit penyakit antraks.

"Jadi total hewan ternak yang mati 5 ekor, mati dan sembelih di kandang 3 ekor, yang 2 ekor ambruk terus dijual dalam kondisi hidup, sapi semua itu. Terus hasil surveillance kemarin ketemu 2 ekor kambing mati tapi sudah dikubur," ucap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto seperti dilansir dari Detik.com, Rabu (22/5).

Bambang melanjutkan, peristiwa sendiri terungkap ketika 8 Mei silam pihaknya mendapat laporan dari petugas di lapangan yang menyebut ada kematian ternak sapi mendadak. Kemudian pihaknya mengambil sampel tanah di beberapa tempat dan mengirimnya ke Balai Besar Veterina (BBVET). Hasilnya, sapi yang mati positif terkena spora antraks.

Dinas Pertanian dan Pangan kemudian melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti melaporkan kepada bupati, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kementrian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Lainnya : 3 Warga Bondowoso Ini Diduga Kena Virus Antraks, Benarkah?

"Dari dirjen sendiri sudah turun langsung dan sudah memberikan vaksin sebanyak 2500 dosis atau 48 botol antibiotik dan obat-obatan lainnya, kami juga sudah melakukan penyiraman formalin ke tanah-tanah yang positif anthrax," jelasnya.

Sementara itu, Kelapa Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menambahkan pasca temuan ini, Dinkes Gunungkidul langsung memeriksa sejumlah warga yang sempat kontak langsung dengan sapi-sapi yang terkena antraks. Namun belum ditemukan adanya indikasi orang yang terjangkit penyakit ini.

"Sampai saat ini belum ada yang dipastikan terkena antraks pada manusia (di Dusun Grogol 4). Tapi kami prepare (melakukan persiapan) dengan meminta orang-orang di sana, khususnya yang kontak dengan sapi mati kemudian ada kelainan di kulit untuk dikumpulkan dan diambil sampel," kata Dewi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Rabu (22/5). 

Ia menambahkan, dari 3 orang yang telah dikumpulkan, yang diambil sampelnya hanya 1 orang. Hal itu dilakukan karena ada luka di orang yang sempat melakukan kontak dengan sapi yang mati terjangkit antraks.

"Hasilnya ada tiga orang yang dikumpulkan tadi dan yang diambil samplenya hanya satu orang karena ada luka, lainnya hanya kami periksa saja. Selanjutnya, sampel yang diambil itu akan dikirim untuk diperiksa apakah mengandung antraks atau tidak, jadi belum ada yang dipastikan terkena (antraks)," imbuh Dewi.

Lanjut Dewi, hasil sampel tersebut bisa keluar beberapa hari lagi. Selain itu, pengumpulan orang dan pengambilan sampel bukan bermaksud membuat masyarakat khawatir. Namun agar bisa dipastikan tak ada warga yang terjangkit antraks. 

Baca Lainnya : Waspadai Wabah Antraks, Pemkab Karawang Awasi Penjualan Hewan Kurban

Menurut Dewi, penularan antraks dapat melalui kontak antara tanah dan luka. Selain itu, penularan antraks bisa melalui selaput lendir dan memakan daging yang mengandung antraks.

"Bisa jadi dari tanah dan kena luka lalu kena antraks, tapi bisa disembuhkan pakai antibiotik. Tapi sapi yang terkena (antraks) juga diobati juga agar tidak menular. Karena kalau dibiarkan nanti bisa menyerang organ-organ di dalam tubuh lalu menyebabkan kegagalan organ," imbuhnya.

Dewi melanjutkan bahwa temuan antraks baru pertama kali ini terjadi di Gunungkidul. Karema itu, saat ini Dinkes telah berupaya menanggulanginya agar tidak terjadi penyebaran lebih luas.

"Puskesmas setempat sudah kami minta melakukan surveillance secara ketat, jadi setiap hari harus melakukan pemantauan di lokasi tersebut, apakah ada dicurigai atau tidak. Surveillance itu dilakukan sampai melewati masa kritis atau masa inkubasi," pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: