BMKG Pastikan Kondisi Laut Jawa Aman Selama Arus Mudik Lebaran

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Mei 2019   15:00 WIB

Komentar
BMKG Pastikan Kondisi Laut Jawa Aman Selama Arus Mudik Lebaran

Arus Mudik Lebaran Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi laut jawa aman selama arus mudik Lebaran. BMKG memastikan lantaran laut jawa merupakan jalur mudik yang dilintasi kapal dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menuju DKI Jakarta, Semarang hingga Surabaya.

Kepala BMKG Stasiun Haji Asan Sampir, Nur Setiawan, Rabu (22/5) mengutip Antaranews, memprediksi kondisi laut jawa aman untuk pelayaran terlebih selama arus mudik Lebaran.

Tak hanya memastikan kondisi cuaca di laut, pihaknya juga memastikan kondisi cuaca untuk transportasi udara.

Baca Lainnya : Siklon Tropis Tumbuh di Laut Banda, Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjang Indonesia Timur

“Sejauh ini kami memastikan semua aman, belum ada potensi gangguan keselamatan baik jaur laut ataupun jalur udara,” katanya.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan BMKG, kondisi cuaca di laut sejauh ini masih normal, kecepatan angin juga diperkirakan tidak akan memicu gelombang tinggi.

“Kondisi laut, khusus yang dilintasi kapal terpantau ketinggian gelombang hanya berkisar 1 sampai 1,25 meter, tinggi gelombang dinilai masih aman dilalui kapal. Untuk saat lebaran, karena saat ini memasuki masa transisi, jadi kemungkinan potensinya berawan dan hujan ringan," ujarnya menjelaskan.

Baca Lainnya : Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sampai Mei, Ini Sebaran Wilayahnya

Meski kondisi cuaca di laut aman, Nur Setiawan tetap meminta nahkoda kapal untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya perubahan cuaca di laut daam waktu singkat.

“Kalau tiba-tiba cuaca buruk, kami mengimbau nahkoda untuk tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan keselamatan penumpang,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra meminta kondisi cuaca di laut menjadi perhatian utama pelayaran. Dirinya mengatakan, jika kondisi cuaca sedang buruk, pihaknya menyarankan nakhoda untuk tidak berangkat karena berisiko bagi keselamatan.

Baca Lainnya : Ternyata, Hujan Es di Indonesia Itu Fenomena Cuaca Alamiah

"Kami membentuk grup untuk memudahkan komunikasi. Di dalamnya ada BMKG, nakhoda, perusahaan pelayaran dan lainnya sehingga kalau ada peringatan dini potensi cuaca buruk maka bisa segera disampaikan dan diketahui semua pihak," terang Thomas.

Pihaknya juga meminta nakhoda untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG.  

Untuk mengangkut pemudik Lebaran 2019 ini, Pelabuhan Sampir mempersiapkan delapan kapal untuk mengangkut penumpang. Thomas memprediksi arus penumpang di Pelabuhan Sampit tahun akan meningkat mendekai Idul Fitri 1440 Hijriah. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kementan-TNI AD Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Peristiwa   30 Sep 2020 - 10:21 WIB
Bagikan: