Otoritas Malaysia Ungkap Sindikat Penyelundupan 220 Ekor Buaya dari Indonesia

TrubusNews
Syahroni
20 Mei 2019   21:30 WIB

Komentar
Otoritas Malaysia Ungkap Sindikat Penyelundupan 220 Ekor Buaya dari Indonesia

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Buaya merupakan salah satu satwa yang dilindungi di Malaysia berdasarkan UU Konservasi Satwa Liar setempat. Di bawah UU ini, adalah ilegal hukumnya untuk berburu buaya, mengumpulkan telur atau memindahkannya dari alam liar dalam keadaan apa pun.

Untuk itu, hanya peternakan buaya berlisensi yang diizinkan menjual daging atau kulit buaya. Namun meski demikian, perdagangan satwa, khususnya buaya masih saja terjadi di negeri ini. Sebegai contohnya yang diungkap pihak berwenang di Sabah, Malaysia belum lama ini.

Baca Lainnya : Selundupkan Bayi Orangutan dan Satwa Langka, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Dilansir dari The Star Malaysia, Senin (20/5), otoritas setempat telah menggagalkan upaya penyelundupan 220 ekor buaya dari Indonesia. Sindikat penyelundupan buaya hidup dari Indonesia ini biasa memasok ke pertanian lokal. Kelompok ini berhasil ditangkap di distrik Tawau tenggara, Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan pada Sabtu 18 Mei 2019 lalu.

Baca Lainnya : 295 Ekor Benih Ikan Arwana Gagal Diselundupkan ke Malaysia

Operasi gabungan antara Departemen Satwa Liar Sabah dan Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom) dilakukan di rawa dekat Kg Pasir Putih di Tawau. Petugas departemen margasatwa, Tawau Sailun Aris mengatakan, mereka menangkap dua orang Malaysia dan dua orang Indonesia berusia antara 55 dan 61 tak lama setelah reptil diselundupkan sekitar pukul 10.30 pagi waktu lokal.

Sailun mengatakan penggerebekan itu dilakukan berkat intelijen yang dikumpulkan oleh Esscom. Direktur Departemen Satwa Satwa Liar Sabah, Datuk Augustine Tuuga mengatakan mereka akan melakukan investigasi mendalam terhadap kegiatan kelompok tersebut. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: