Embun Es di Dataran Tinggi Dieng Muncul Lebih Cepat, Pertanda Apa?

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Mei 2019   22:00 WIB

Komentar
Embun Es di Dataran Tinggi Dieng Muncul Lebih Cepat, Pertanda Apa?

Embun es menyelimuti Candi Arjuna, Dieng. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Suhu udara di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, mencapai minus satu derajat Celsius. Ya, setiap tahun di musim kemarau, suhu udara di Datarang Tinggi Dieng menjadi ekstrem. Jadi, bukan hal aneh jika wilayah tersebut diselimuti embun es.

Tapi, yang jadi perhatian adalah kemunculan embun es di Dataran Tinggi Dieng yang lebih cepat dari biasanya. Sejak Sabtu (18/5), embus es mulai menyelimui Dataran Tinggi Dieng. Biasanya, embun es akan muncul di puncak musim kemarau, mulai Juli hingga September.

Baca Lainnya : Ternyata, Hujan Es di Indonesia Itu Fenomena Cuaca Alamiah

Berdasarkan informasi warga setenpat, awal kemunculan embun es terjadi ketika suhu minus satu derajat Celsius. Embun es menyelimuti rumput hijau di sekitar Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara.

"Bun upas (embun es) datang lebih cepat dari biasanya. Tadi pagi muncul sekitar pukul 05.30 WIB," kata Kepala UPT Dieng, Aryadi Darwanto, mengutip Merdeka, Minggu (19/5).

Tanda-tanda sebelum fenomena embun es muncul, sudah terlihat sejak dua hari.

Baca Lainnya : BMKG: Jangan Kaget, Hujan Es Biasa Terjadi di Musim Pancaroba

"Jadi, dua hari lalu itu cuaca di sini cencderung cerah. Beberapa malam sebelumnya lebih rendah karena suhu mulai turun.

"Menjelang pagi hari, suhu akan turun lagi. Tanda lainnya adalah kemunculan kabut tebal," tuturnya.

Embun es di Dataran Tinggi Dieng selalu menjadi incaran wisatawan. Tiap kali embun es muncul, wisatawan akan banyak berdatangan ke Dieng untuk melihatnya secara langsung. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan: