Kementan Minta Pemda Serius Menjaga Alsintan Bantuan Pemerintah

TrubusNews
Syahroni
18 Mei 2019   18:00 WIB

Komentar
Kementan Minta Pemda Serius Menjaga Alsintan Bantuan Pemerintah

Alsintan bantuan pemerintah pusat kepada petani. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian terus berupaya mendongkrak hasil bumi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Untuk itu, Kementan meminta Pemerintah Daerah (Pemda) serius menjaga Alsintan bantuan dari Pemerintah Pusat ini. Khususnya excavator yang diperuntukkan mempercepat pengerjaan fisik program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Hal itu sendiri disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy belum lama ini. Ia mengungkapkan, program Serasi terkendala akibat bantuan Alsintan tidak mendapat perhatian serius, baik dinas maupun petani. Akibatnya, alat-alat yang ada di Alsintan tersebut malah dicuri orang.

Baca Lainnya : Atasi Berkurangnya Jumlah Petani, Kementan Dorong Optimalisasi Alsintan

Sarwo Edhy mencontohkan kasus yang terjadi di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimanan Selatan (Kalsel). Bagian penting yang ada di excavator hilang, sehingga excavator tidak dapat digunakan.

“Empat alat simulator excavator hilang dicuri orang, sehingga empat excavator ini mangkrak di Jejangkit. Harganya untuk satu simulator ini harganya mahal sekali,” kata Sarwo Edhy dalam Rapat Koordinasi Pendampingan TNI-AD Program Serasi, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, belum lama ini.

Menurutnya, alat simulator yang dicuri tersebut harganya sekitar Rp220 juta/unit. Jika 4 unit yang hilang, maka kerugian negara mencapai Rp880 juta.

“Hampir Rp1 miliar. Pencurinya paham betul kalau alat itu harganya mahal. Dan yang paling rugi juatru daerah itu sendiri karena excavator mangkrak dan program tidak berjalan,” tegasnya.

Agar tidak terjadi aksi pencurian lagi, Sarwo Edhy meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung bertanggung jawab menjaga excavator yang dimiliki.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengakui memang telah terjadi pencurian alat simulator pada excavator di Jejangkit Muara.

Baca Lainnya : Bantuan Alsintan Mampu Tekan Biaya Operasional Petani Hingga 48 Persen

“Alat itu selama ini tidak dijaga. Jadi, maling dengan leluasa bisa mengambilnya. Tapi kini alat tersebut sudah dijaga,” tegasnya.

Menurut dia, di Desa Jejangkit Muara ada 10 excavator. Alat ini digunakan untuk membuat saluran pada lahan rawa. Tanpa alat berat tersebut, maka olah tanah sulit dilakukan.

Syamsir Rahman menyebutkan, target Kalsel sekitar 257.300 ha. Dari jumlah itu, yang sudah ada CP/CL (calon petani/calon lahan) seluas 160.481 ha, yang sudah disurvey investigasi desain (SID) seluas 35.282 ha dan yang sudah selesai pengerjaan fisik seluas 8.641 ha.

“Kami terus menggenjot capaian luas areal. Dengan adanya pendamping dari pihak TNI, kita harapkan petani lebih semangat lagi,” ujarnya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: