Kementan Dorong Generasi Muda Sulsel untuk Menjadi Petani Milenial

TrubusNews
Syahroni
18 Mei 2019   06:00 WIB

Komentar
Kementan Dorong Generasi Muda Sulsel untuk Menjadi Petani Milenial

Bincang Asyik Pertanian (Bakpia) di Gowa, Sulsel, Jumat (17/5). (Foto : Doc/ Kementan)

Trubus.id -- Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian terus dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara mencetak petani-petani muda di segala penjuru Indonesia, termasuk di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Keseriusan Kementan mencetak petani dari generasi milenial diwujudkan dalam sejumlah kebijakan dan program. Salah satu bukti nyatanya adalah mengubah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Polbangtan. Perubahan berimplikasi pada sejumlah hal substansial, antara lain kurikulum.

“Bila dulu kurikulum diisi teori sebanyak 60 persen dan sisanya praktik, sekarang justru sebaliknya. Kurikulum didominasi praktik dan hanya menyisakan 30 persen teori,” jelas Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin saat menghadiri acara Bincang Asyik Pertanian (Bakpia) di Gowa, Sulsel, Jumat (17/5).

Baca Lainnya : 12 Ribu Petani Milenial  dan Penyuluh Se-Indonesia Bertemu Mentan Amran

Dengan perubahan komposisi muatan praktik dan teori, penyusunan kurikulum tidak sepenuhnya diserahkan kepada internal Polbangtan. Pihak swasta dan perguruan tinggi juga ikut dilibatkan.

“Mahasiswa kami dulunya berangan-angan menjadi PNS. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kami dorong mereka menjadi petani milenial, yaitu agropreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja di bidang pertanian,” tandas Syaifuddin.

Baca Lainnya : Program Kementan 1 Juta Petani Milenial Dapat Menggerakkan Perekonomian Bangsa

Selain menambah bobot praktik pada kurikulumnya, Polbangtan juga berupaya menumbuhkan minat para mahasiswa untuk bertani dengan memberikan bantuan modal.

“Kami siapkan modal sekitar 15-30 juta rupiah bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang tertarik menjadi agropreneur,” ungkap Syaifuddin.

Kesempatan untuk mendapatkan modal tidak hanya diberikan untuk para mahasiswa Polbangtan, tapi juga mahasiswa jurusan pertanian dari perguruan tinggi yang menjadi mitra polbangtan. Untuk mendapatkan modal tersebut, para mahasiswa disyaratkan untuk mengikuti mata kuliah kewirausahaan. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: