Cacar Monyet Disebut-sebut Sebagai Penyakit Eksotis, Ini Alasannya

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Mei 2019   07:00 WIB

Komentar
Cacar Monyet Disebut-sebut Sebagai Penyakit Eksotis, Ini Alasannya

Ilustrasi cacar (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Cacar Monyet atau Monkeypox merupakan penyakit yang disebabkan virus monkeypox. Penyakit ini seperti smallpox pada manusia yang disebabkan variola atau smallpox virus yang berkerabat dekat dengan monkeypox. Bedanya, virus ini bersumber pada hewan.

Guru besar kedokteran hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), Srihadi Agungpriyono menyebut, penyakit cacar monyet sebagai penyakit yang eksotis. Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan dinas dan lembaga terkait untuk siaga terhadap penyebaran virus monkeypox. Meski dilaporkan belum pernah terjangkit di Indonesia, penyakit cacar monyet dalam istilah kesehatan hewan dikategorikan eksotis.

Baca Lainnya : Kementerian Kesehatan Minta Dinas Kesehatan dan UPT Siaga Cacar Monyet

“Hewan yang peka terhadap monkeypox virus diantaranya monyet, kera, rodensia, dan mamalia kecil. Sumber virus di hewan bisa berasal dari lesio kulit, urin, feses, eksudat dari mulut, hidung, dan konjungtiva, serta semua jaringan hewan terinfeksi,” demikian dikatakan Srihadi Agungpriyono, dalam keterangannya yang diterima Trubus.id, Jumat (17/5).

Penularan dari hewan ke hewan melalui kontak langsung dengan sumber virus, misalnya gigitan, cakar, dan endusan. Penularan diduga terjadi juga melalui aerosol atau kontak dekat.

Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui kontak langsung dengan kulit atau (lesio), darah, dan cairan (eksudat) hewan terinfeksi, gigitan dan cakaran, melalui aerosol saat kontak dekat dengan hewan terinfeksi, serta konsumsi daging hewan liar yang dikenal (bush meat). Kasus ini merupakan kasus pada manusia di Afrika.

Baca Lainnya : Inilah Gejala, Tanda dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Dari aspek kesehatan hewan, maka otoritas veteriner perlu membuat kebijakan tentang tindakan-tindakan preventif terkait masuknya hewan-hewan, terutama rodensia dan exotic pet dari negara endemik monkeypox.

Lebih jauh dikatakan Srihadi, berbagai informasi dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat harus segera disusun dalam rangka meredam keresahan dan kekhawatiran yang saat ini terjadi di kalangan masyarakat.

Srihadi menyebutkan, para pakar di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB sepakat agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap memperhatikan imbauan dan saran yang disampaikan oleh pemerintah melalui instansi terkait. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: