Kementerian Kesehatan Minta Dinas Kesehatan dan UPT Siaga Cacar Monyet

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 Mei 2019   19:30

Komentar
Kementerian Kesehatan Minta Dinas Kesehatan dan UPT Siaga Cacar Monyet

Ilustrasi cacar (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian kesehatan RI (Kemenkes) melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas siaga mewaspadai penyakit menular tersebut. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox tanggal 13 Mei 2019.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan Singapura pada 9 Mei 2019 lalu mengkonfirmasi kasus monkeypox (cacar monyet) pertama di Singapura.

Kasus itu menimpa warga negara Nigeria yang merupakan salah satu negara endemis monkeypox. Pria asal Nigeria tersebut berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019 dan dinyatakan positif terinfeksi virus monkeypox pada 8 Mei 2019. Bahkan pria Nigeria dan 23 orang yang kontak erat dengannya sampai saat ini masih menjalani karantina.

Baca Lainnya : Cegah Masuknya Virus Cacar Monyet, Bandara Minangkabau Pasang Detektor Suhu Tubuh

Kewaspadaan tersebut dilakukan mengingat Singapura dekat dengan Indonesia. “Yang paling dekat dengan Singpura adalah Batam. Jadi kami imbau dinkes dan UPT Kemenkes di sana (KKP, RS, Puskesmas) untuk waspada. Terutama KKP yang menjadi pintu keluar masuk warga negara Singapura,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono, melalui keterangan resmi, Kamis (16/5).

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Karantina Kesehatan (Sinkarkes) dari Januari hingga 10 Mei 2019, kedatangan kapal ke Indonesia terbanyak adalah dari Singapura, yakni 18.176 kapal.

Selain itu, penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak sehingga kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit monkeypox bisa terjadi.

Baca Lainnya : Inilah Gejala, Tanda dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Untuk itu, KKP diminta menyebarluaskan informasi tentang monkeypox kepada masyarakat, melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah, terutama bagi mereka yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga gejala monkeypox, serta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent (hewan pengerat seperti tikus).

Kementerian Kesehatan meminta pihak rumah sakit, dan puskesmas untuk terus menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri (minimal masker dan sarung tangan). [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: