Kemandirian Pakan, Salah Satu Kunci Keberhasilan Menurunkan Kemiskinan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Mei 2019   21:00

Komentar
Kemandirian Pakan, Salah Satu Kunci Keberhasilan Menurunkan Kemiskinan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meresmikan UPBS di Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Rabu (15/5). (Foto : Doc/ Kementan)

Trubus.id -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meresmikan Unit Perbanyakan Bibit Sumber (UPBS) di Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Rabu (15/5). UPBS sendiri merupakan unit pembibitan ayam kampung untuk memperbanyak bibit ayam kampung unggul yang dikembangkan hingga ke masyarakat. Melalui UPBS ini pun, Kementan akan mencetak masyarakat yang dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balitbang Kementan, Fadjry Djufry menjelaskan, UPBS merupakan pembibitan ayam kampung unggul yang dibangun Balitbangtan dalam tiga strata. Strata 1, UPBS dibangun di tujuh provinsi utama dengan menyediakan indukan sebanyak 2.000 ekor. Tujuh provinsi tersebut yakni Sulawesi Selatan, NTB, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, dan Gorontalo. 

Baca Lainnya : Komoditas Perunggasan dan Pakan Ternak dari Jawa Timur Rambah Timor Leste

“Selain strata 1, kami juga membangun strata 2, ayamnya kurang lebih 300 ekor yang tersebar di 17 provinsi. Strata 2 ini tahap pembibitan atau pengembangan di tingkat peternak yakni peternak inti dan plasma. Kemudian strata 3 untuk pengembangan tingkat rumah tangga, ayamnya 100 ekor per rumah tangga peternak,” jelas Fadjry.

Dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA), Kementan telah menyalurkan ayam petelur di tahun 2019 sebanyak 20 juta ekor. Dengan demikian, untuk menjamin kesuksesan dan keberlanjutan program tersebut, Badan Litbang Pertanian mendorong inovasi dan teknologi untuk menjamin ketersediaan pakan di seluruh Indonesia.

Baca Lainnya : Kementan Tegaskan Fokus di Produksi, Pengawasan Penyakit dan Pakan Ternak

“Kita sudah punya potensi pakan di setiap provinsi. Pak Menteri Pertanian minta agar kami di Badan Litbang agar membuat pakan berdasarkan potensi lokal yang ada di setiap provinsi, sehingga tidak tergantung pada pakan di pasar,” kata Fadjry.

Jika pakan tersedia, lanjutnya, harapanya potensi di masing-masing bisa muncul dan peternak terus memelihari ayamnya. Apalagi Indonesia masih ada beberapa provinsi yang masyarakatnya gizi buruk, sehingga harapanya dengan beternak ayam, konsumsi telur dan daging bisa memenuhi protein masyarakat. 

“Dengan demikian, ke depan, kemiskinan di Indonesia khususnya di pedesaan dipastikan menurun. Makanya masalah pakan harus kita pastikan tersedia dan masyarakat bisa mandiri membuatnya. Ini yang menjadi kunci keberhasilan program menurunkan kemiskinan,” pungkas Fadjry. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: