Industri Pariwisata Palembang Diminta Berdayakan Penyandang Disabilitas

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
15 Mei 2019   20:30

Komentar
Industri Pariwisata Palembang Diminta Berdayakan Penyandang Disabilitas

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Industri Pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel) diupayakan dapat memberi peluang kerja kepada penyandang disabilitas untuk bisa ikut bekerja di sektor pariwisata.

Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang Zulkifli Harahap dalam keterangan tertulis di Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan, pihaknya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kampus Poltekpar Palembang pada 9 Mei 2019.

“Sudah saatnya penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja di sektor pariwisata,” ujarnya.

Poltekpar Palembang berkomitmen agar hal semacam ini disegerakan.

Baca Lainnya : Asian Para Games 2018, Presiden Minta Penyadang Disabilitas Bisa Nonton Gratis Pertandingan

“Kami ingin ajak semua industri kepariwisataan berkomitmen, ayo bersama-sama membuka peluang bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Zulkifli mengungkapkan, program untuk membuka kesempatan bekerja bagi pekerja penyandang disabilitas juga pernah dilakukannya saat di STP Bandung.

Mereka mendapat pelatihan beberapa pekan oleh industri kepariwisataan seperti hotel, katering, dan laundry yang difasilitasi pihak kampus.

“Mereka tidak ingin dikasihani, tapi sebenarnya ingin berdiri di atas kaki mereka sendiri lewat usaha atau bekerja. Untuk ke arah sana harus ada peluang dari para industri dulu,” ujarnya.

Baca Lainnya : Ternyata Banten Tak Punya Perda Hak Penyandang Disabilitas 

Setelah mendapat pelatihan keterampilan, pekerja penyandang disabilitas dapat mengetahui kemampuan yang akan ia kembangkan saat diterima magang.Dari pelatihan tersebut, industri kepariwisataan dapat mengetahui calon pegawai yang akan mereka rekrut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Sumsel Hikma Meliana, mengapresisasi langkah yang dilakukan Poltekpar Palembang. Menurutnya, hal yang dilakukan pihak kampus merupakan perwujudan amanat Undang Undang Nomor 8 tahun 2016.

"Ada 700-an orang penyandang disabilitas di Sumsel yang terdata. Baik skala ringan, sedang, dan berat. Tapi semuanya kesulitan mendapat kerja hanya karena kekurangan secara fisik, apalagi untuk sektor kepariwisataan. Sudah kirim lamaran, pas dipanggil wawancara langsung ditolak karena ada cacat fisik," ujarnya.

Baca Lainnya : Asian Para Games 2018 Tunjukkan Indonesia Ramah Penyandang Disabilitas

Dirinya peluang bagi penyandang disabilitas di sektor kepariwisataan bukan sekadar wacana. Ia juga mendesak peran pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut.

"Pemerintah harus mendukung, sebab yang semacam ini apabila sukses bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan daerah," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: