Inilah Gejala, Tanda dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Mei 2019   14:30 WIB

Komentar
Inilah Gejala, Tanda dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Cacar Monyet Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meminta masyarakat tidak panik dengan pemberitaan terkait adanya penyakit Monkeypox atau cacar monyet yang terdeteksi di Singapura kemungkinan masuk ke Indonesia. Guna meredam kepanikan tersebut, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk mengenali gejala, tanda serta pencegahan cacar monyet.

Sebagaimana diketahui, wilayah terjangkitnya penyakit cacar monyet ini meliputi Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan).

Melalui siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima Trubus.id, Rabu (15/5), Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menegaskan bahwa sampai saat ini kasus Monkeypox belum ditemukan di Indonesia.

Gejala dan Tanda

Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Gejala akan berlanjut pada munculnya ruam pada kulit, wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 sampai 21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Secara umum diakui Anung, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox. Dirinya menegaskan Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” ucapnya lagi.

Pencegahan

Dirjen Anung menyatakan, Monkeypox dapat dicegah. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mengenali gejala awal cacar monyet meliputi timbulnya demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan tubuh lemas.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: